Asuhan Keperawatan Pada Pasien Covid 19

 

Laporan Diskusi

Asuhan Keperawatan pada Pasien Covid-19





Kelompok 1

1. Maya Syarivatul Azizah      I1B020001

2. Dian Ayu Palupi                 I1B020002

3. Miftahul Jannah                  I1B020003

4. Siska Apriani                       I1B020004

5. Nurul Arsita                        I1B020005

 

 


 

Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Universitas Jenderal Soedirman

 

 

 

 

BAB I

Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Indonesia saat ini terkena dampak pandemi virus baru, bahkan bukan hanya di Indonesia tetapi secara  global di berbagai Negara telah terkena dampak yang sangat hebat dari virus ini. World Health Organizationmemberi nama virus ini Severe Acute Resporatory Syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan nama penyakitnya yakni Coronavirus disease 2019 (Covid-19) (WHO, 2020). Pandemi covid-19 ini akan berdampak secara sosial dan ekonomi. Dalam hal ini Indonesia harus bersiap siaga dalam menghadapinya terutama dalam hal sistem kesehatan yang ada.

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19 (Kemenkes RI, 2020). Tanda dan gejala umum infeksi covid-19 termasuk gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang parah, covid-19 dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut,  gagal ginjal, dan bahkan kematian (Tosepu et al., 2020).

Wabah ini telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global.  Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak langkah-langkah dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan pandemic ini. Salah satu langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah yaitu  mensosialisasikan gerakan Social Distancing untuk masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan pandemi covid-19 ini karena langkah tersebut mengharuskan masyarakat menjaga jarak aman dengan manusia lainnya minimal 2 meter, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain serta menghindari pertemuan massal (Buana D.R, 2020). Namun, pada kenyataannya langkah-langkah tersebut tidak disikapi dengan baik oleh masyarakat, sehingga jumlah kasus terus meningkat.

Di Indonesia, kapasitas sistem kesehatan berada di bawah kapasitas untuk mengatasi pandemi covid-19. Upaya yang dilakukan oleh Fasilitas Layanan Kesehatan dalam menghadapi covid-19 ini diantaranya, memperkuat sistem kesehatan agar menjamin rumah sakit memiliki kapabilitas yang baik dalam menangani pasien, pemanfaatan jejaring/ online medicine treatment (pengobatan online), pemanfaatan sistem/ platform telemedicine (pengobatan jarak jauh), penyiapan dana darurat sector kesehatan untuk meminimalisir pembiayaan kesehatan. selain dari layanan kesehatannya, yang tak kalah penting adalah SDM yang ada dalam menangani kasus ini.

B.     Tujuan

A.    Tujuan Umum

Mahasiswa mampu menganalisis data pengkajian keperawatan yang diperlukan dalam sebuah from

B.     Tujuan Khusus

1.  Mahasiswa mampu melengkapi data identitas diri pasien

2.  Mahasiswa mampu mengidentifikasi data riwayat kesehatan

3.  Mahasiswa mampu mengidentifikasi data pemeriksaan fisik

4. Mahasiswa mampu mengidentifikasi data pemeriksaan penunjang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

Tinjauan Pustaka

C.     Overview Kasus

Perawat flo bertugas di Puskesmas Kaliaja, mendapat laporan bahwa keluarga bapak Soiman sedang menjalani isolasi mandiri karena pak Soiman kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang postif covid-19. Perawat flo melakukan kunjungan rumah mendata keluarga bapak Soiman yang terdiri dari 5 orang

 

Kesimpulan jawaban google form

Keluarga pak Soiman yang terdiri dari Istri pak Soiman, Ibu pak Soiman, Adik pak Soiman dan 2 anak pak soiman melakukan isolasi mandiri di karenakan pak soiman kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang positif covid-19. Setelah perawat Flo melakukan kunjungan ke rumah dan mendata keluarga pak soiman yang terdiri dari 5 orang tersebut ditemukan data bahwa istri dari pak Soiman memiliki riwayat penyakit sesak nafas, ibu pak Soiman memiliki riwayat penyakit hipertensi, adik pak Soiman tidak memiliki riwayat penyakit, anak dari pak Soiman memiliki riwayat penyakit pusing dan demam. Kemudian keluarga pak soiman juga mengalami kehilangan indera penciuman kecuali anak pertamanya. Hasil pendataan  juga ditemukan bahwa mereka mengalami gejala lain seperti badan terasa sakit dan pegal, mual dan muntah, dan sakit tenggorokan.Keluarga pak Soiman ini juga sudah melakukan vaksinasi  dosis 1 maupun 2 kecuali anak ke-2 dari pak Soiman.

 

D.    Pembahasan

1.      Pengertian Covid 19

COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan dunia.WHO resmi menyatakannya sebagai suatu pandemi pada 11 Maret 2020. Menurut WHO (2020), penyakit coronavirus distatie (Covid 19) adalah virus  yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratort Syndrome (SARS). Coronona virus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian di Wuhan China, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (Covid-19). Infeksi SARS-CoV-2 pada manusia menimbulkan gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas.Pada kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Gejala penyakit ini dapat muncul dalam 2-14 hari setelah terpapar virus tersebut.

 

2.  Patogenesis dan Patofisiologis Covid-19

Kebanyakan Coronavirus menginfeksi hewan dan bersirkulasi di hewan. Coronavirus menyebabkan sejumlah besar penyakit pada hewan dan kemampuannya menyebabkan penyakit berat pada hewan seperti babi, sapi, kuda, kucing dan ayam. Coronavirus disebut dengan virus zoonotik yaitu virus yang ditransmisikan dari hewan ke manusia. Banyak hewan liar yang dapat membawa patogen dan bertindak sebagai vektor untuk penyakit menular tertentu. Kelelawar, tikus bambu, unta dan musang merupakan host yang biasa ditemukan untuk Coronavirus. Coronavirus pada kelelawar merupakan sumber utama untuk kejadian severe acute respiratorysyndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS) (PDPI, 2020). Coronavirus hanya bisa memperbanyak diri melalui sel host-nya. Virus tidak bisa hidup tanpa sel host. Berikut siklus dari Coronavirus setelah menemukan sel host sesuai tropismenya. Pertama,  penempelan dan masuk virus ke sel host diperantarai oleh Protein S yang ada dipermukaan virus. Protein S penentu utama dalam menginfeksi spesies host-nya serta penentu tropisnya (Wang, 2020). Pada studi SARS-CoV protein S berikatan dengan reseptor di sel host yaitu enzim ACE-2 (angiotensin-converting enzyme 2). ACE-2 dapat ditemukan pada mukosa oral dan nasal, nasofaring, paru, lambung, usus halus, usus besar, kulit, timus, sumsum tulang, limpa, hati, ginjal, otak, sel epitel alveolar paru, sel enterosit usus halus, sel endotel arteri vena, dan sel otot polos.Setelah berhasil masuk selanjutnya translasi replikasi gen dari RNA genom virus. Selanjutnya  replikasi dan transkripsi dimana sintesis virus RNA melalui translasi dan perakitan dari kompleks replikasi virus. Tahap selanjutnya adalah perakitan dan rilis virus (Fehr, 2015).Setelah terjadi transmisi, virus masuk ke saluran napas atas kemudian bereplikasi di sel epitel saluran napas atas (melakukan siklus hidupnya). Setelah itu menyebar ke saluran napas bawah. Pada infeksi akut terjadi peluruhan virus dari saluran napas dan virus dapat berlanjut meluruh beberapa waktu di sel gastrointestinal setelah penyembuhan. Masa inkubasi virus sampai muncul penyakit sekitar 3-7 hari (PDPI, 2020).

3.  Cara Penularan Covid 19

a.  Tetesan pernapasan (droplets) dan aerosol 

Ketika orang yang terinfeksi Covid-19 batuk, bersin, atau berbicara, droplets atau partikel kecil yang disebut aerosol membawa virus ke udara dari hidung atau mulut mereka. Siapapun yang berada dalam jarak 2 meter dari pembawa virus tersebut dapat menghirupnya ke paru-paru mereka.

 

b.      Transmisi udara 

Penelitian menunjukkan bahwa virus dapat hidup di udara hingga 3 jam. Virus dapat masuk ke paru-paru Anda jika seseorang menghirup udara yang mengandung virus itu.  Para ahli masih menyelidiki atas seberapa sering virus menyebar melalui jalur udara dan seberapa besar kontribusinya terhadap pandemi. 

 

c.       Transmisi permukaan benda

Cara lain untuk tertular virus corona baru adalah ketika Anda menyentuh permukaan tempat seseorang yang terkena virus batuk atau bersin. Anda mungkin menyentuh meja atau gagang pintu yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata Anda. Virus dapat hidup di permukaan seperti plastik dan baja tahan karat selama 2 hingga 3 hari.  Untuk menghindari hal ini terjadi, bersihkan dan desinfeksi semua meja dapur, kenop, dan permukaan lain yang Anda dan keluarga sentuh beberapa kali sehari. 

Jika kita juga menerapkan protokol kesehatan lain di saat bersamaan. Ini termasuk kebersihan yang ketat saat mengenakan masker, pembuangan yang benar dari barang sekali pakai yang mungkin terkontaminasi, cuci tangan secara teratur dengan sabun, dan jaga jarak. Selain itu, lingkungan sekitar harus selalu di disinfeksi secara sistematis.

Beberapa orang yang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi Covid-19 dapat menularkannya ke orang lain. Ini disebut penyebaran asimtomatik. Anda juga dapat menularkannya sebelum Anda melihat tanda-tanda infeksi, yang disebut penyebaran presymptomatic.  Pencegahan virus akan efektif hanya jika kita juga menerapkan protokol kesehatan lain di saat bersamaan. Ini termasuk kebersihan yang ketat saat mengenakan masker, pembuangan yang benar dari barang sekali pakai yang mungkin terkontaminasi, cuci tangan secara teratur dengan sabun, dan jaga jarak.

 

4.      Gejala Covid 19

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Gejala yang paling umum:

1. demam

2. batuk kering

3. kelelahan

4. Gejala yang sedikit tidak umum:

5. rasa tidak nyaman dan nyeri

6. nyeri tenggorokan

7. konjungtivitis (mata merah)

8. sakit kepala

9. hilangnya indera perasa atau penciuman

10. ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki

 

Gejala serius:

1. kesulitan bernapas atau sesak napas

2. nyeri dada atau rasa tertekan pada dada

3. hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak

4. pneumonia

5. sindrom pernapasan akut

6. gagal ginjal, dan bahkan

7.  kematian.

Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala serius. Selalu hubungi dokter atau fasilitas kesehatan yang ingin Anda tuju sebelum mengunjunginya. Orang dengan gejala ringan yang dinyatakan sehat harus melakukan perawatan mandiri di rumah. Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus ini, tetapi bisa juga 14 hari setelah terinfeksi.

5.      Pemeriksaan Penunjang

a)      Rapid Tes Antibody

Rapid tes antibody tidak membutuhkan peralatan yang khusus. Selain itu hasil juga dapat dibaca dalam waktu 15-20 menit. Reagen rapid tes antibody ini ada yang berupa antibodi total dan ada juga yang berupa IgG dan IgM secara terpisah. Kedua tipe jenis reagen ini juga digunakan di laboratorium RSST. Tes immunoassay / sero-imunologik untuk mendeteksi Antigen (Ag) atau dinamakan rapid test adalah karena caranya mudah dan cepat namun akurasi masih rendah.

 

b)     RT PCR (Real Time Polymerase Chain Reaction)

Teknik PCR merupakan gold standar pada pemeriksaan COVID-19 ini, dengan cara medeteksi adanya gen virus COVID-19. Teknik yang digunakan pada pemeriksaan ini adalah dengan memperbanyak atau mereplikasi RNA virus secara enzimatik. Pemeriksaan PCR ini merupakan pemeriksaan spesifik untuk COVID-19. Kalau hasilnya positif, maka dapat dipastikan ada virus SARS CoV-2. Namun perlu juga temuan dan analisa klinis yang lainnya untuk mengkonfirmasi infeksi COVID-19. Sebaliknya kalau PCR negatif, tidak boleh disimpulkan, harus ada pemeriksaan dengan sampel kedua. Diambil dihari berikutmya. Bila sudah 2 kali negatif, baru dapat disimpulkan bahwa PCR negatif.

 

c)      Pemeriksaan CT Scab Toraks

Pada pneumonia dilakukan foto toraks, bisa dilanjutkan dengan computed tomography scan (CT scan) toraks dengan kontras. Gambaran foto toraks pneumonia yang disebabkan oleh infeksi COVID-19 mulai dari normal hingga ground glass opacity, konsolidasi. CT scan toraks dapat dilakukan untuk melihat lebih detail kelainan

 

d)     Pemeriksaan darah

- Darah perifer lengkap : dapat ditemukkan leukopenia/normal, limfopenia.

- Kimia darah lainnya : pada pneumonia berat dapat menunjukkan gangguan fungsi hepar, fungsi ginjal, gula darah dan peningkatan PT, d Dimer, dan laktat.

 

6.      Pemeriksaan Fisik

- Kesadaran kompos mentis atau penurunan kesadaran yang tidak membutuhkan ventilator

- Tanda vital: frekuensi nadi meningkat, frekuensi napas meningkat, tekanan darah normal atau menurun, suhu tubuh meningkat > 38°C.

- Dapat disertai retraksi otot pernapasan

- Pemeriksaan fisis paru didapatkan inspeksi dapat tidak simetris statis dan dinamis, fremitus mengeras, redup pada daerah konsolidasi, suara napas bronkovesikuler atau bronkial, ronki kasar.

 

7.      Pencegahan

Menurut Kemenkes RI dalam Health Line (2020) pencegahan penularan COVID-19 meliputi :

a.       Sering-Sering Mencuci Tangan

Mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus, termasuk virus Corona. Pentingnya menjaga kebersihan tangan membuat memiliki risiko rendah terjangkit berbagai penyakit.

b.      Hindari Menyentuh Area Wajah

Virus Corona dapat menyerang tubuh melalui area segitiga wajah, seperti mata, mulut, dan hidung. Area segitiga wajah rentan tersentuh oleh tangan, sadar atau tanpa disadari. Sangat penting menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan benda atau bersalaman dengan orang lain.

c.       Etika ketika Bersin dan Batuk

Satu di antara penyebaran virus Corona bisa melalui udara. Ketika bersin dan batuk, tutup mulut dan hidung agar orang yang ada di sekitar tidak terpapar percikan kelenjar liur. Lebih baik gunakan tisu ketika menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun agar tidak ada kuman, bakteri, dan virus yang tertinggal di tangan.

d.      Jaga Jarak Sosial

Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. jarak fisik atau physical distancing. Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak dengan orang lain sekitar satu meter. Jaga jarak fisik tidak hanya berlaku di tempat umum, di rumah pun juga bisa diterapkan.

e.    Mencuci Bahan Makanan

Selain mencuci tangan, mencuci bahan makanan juga penting dilakukan. Rendam bahan makanan, seperti buah-buah dan sayursayuran menggunakan larutan hidrogen peroksida atau cuka putih yang aman untuk makanan. Simpan di kulkas atau lemari es agar bahan makanan tetap segar ketika ingin dikonsumsi. Selain untuk membersihkan, larutan yang digunakan sebagai mencuci memiliki sifat antibakteri yang mampu mengatasi bakteri yang ada di bahan makanan

 

 


 

E.     Kuisioner Pemantauan Pasien dan Keluarga

·         Identitas Diri

No.

Nama

Status dalam Keluarga

Umur

(tahun)

Tempat, tanggal lahir

Alamat

Pekerjaan

1.

Soiman

Kepala Keluarga

40

Purwokerto, 6 Mei 1981

Jln.Gunung Muria, Desa Grendeng Rt 01/Rw 02, Purwokerto Utara

Karyawan Swasta

2.

Sulastri

Istri

39

Ciamis, 1 April 1982

Jln.Gunung Muria, Desa Grendeng Rt 01/Rw 02, Purwokerto Utara

Ibu rumah tangga

3.

Supinah

Ibu

72

Purwokerto, 26 Februari 1949

Jln.Gunung Muria, Desa Grendeng Rt 01/Rw 02, Purwokerto Utara

Ibu rumah tangga

4.

Siska

Adik

30

Purwokerto, 31 Maret 1991

Jln.Gunung Muria, Desa Grendeng Rt 01/Rw 02, Purwokerto Utara

Guru

5.

Miftahul

Anak ke-1

14

Purwokerto, 12 Desember 2007

Jln.Gunung Muria, Desa Grendeng Rt 01/Rw 02, Purwokerto Utara

Pelajar

6.

Arini

Anak ke-2

12

Purwokerto, 17 juni 2010

Jln.Gunung Muria, Desa Grendeng Rt 01/Rw 02, Purwokerto Utara

Pelajar

 

·         Riwayat Kesehatan

No.

Nama

Riwayat penyakit saat ini

Riwayat Alergi

Status Vaksinasi

Kehilangan indra penciuman

Gejala deman/batuk (14 hari)

Gejala lainnya

1.

Soiman

Hipertensi

Tidak ada

Belum sama sekali

Ya

Ya

Sesak napas, badan terasa sakit, lemas

2.

Sulastri

Sesak napas

Tidak ada

Dosis 1

Ya

Tidak

Badan terasa linu

3.

Supinah

Hipertensi

Tidak ada

Dosis 2

Ya

Ya

Pegal

4.

Siska

Tidak ada

Tidak ada

Dosis 2

Ya

Tidak

Badan sakit, mual dan muntah

5.

Miftahul

Pusing

Telur

Dosis 1

Tidak

Tidak

Mual dan muntah

6.

Arini

Demam

Kacang

Belum sama sekali

Ya

Tidak

Sakit tenggorokan

 

 

 

 


 

F.      Asuhan Keperawatan

No.

Diagnosa Keperawatan

Rencana Keperawatan

Tujuan dan kriteria hasil

Intervensi Keperawatan

1.

Bersihan Jalan Nafas

Di buktikan dengan :

Subjektif : Mengeluh sesak nafas

Objektif :

-          Batuk tidak efektif

-          Gelisah

-          Bunyi nafas menurun

-          Pola nafas berubah

 

Setelah dilakukan

intervensi keperawatan

selama 1x24 jam bersihan jalan nafas meningkat dengan kriteria hasil :

-          Saturasi Oksigen membaik

-          Pola nafas membaik

Manajemen Jalan Nafas

-          Monitor pola nafas

-          Monitor bunyi nafas

-          Pertahankan kepatenan jalan nafas dengan headtill chin lift

-          Posisikan semifowler atau fowler

-          Berikan minum hangat

-          Berikan oksigen, jika perlu

 

2.

Intoleransi aktivitas

Dibuktikan dengan :

Subjektif: Mengeluh lelah dan merasa lemas

Objektif :

-          Sianosis

Tujuan:

Setelah dilakukan

intervensi keperawatan

selama 1x24  jam maka

gangguan pertukaran gas meningkat dengan kriteria hasil :

-          Kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari meningkat

-          Keluhan lelah menurun

 

Manajemen Energi

-          Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan

-          Monitor pola dan jam tidur

-          Monitor kelelahan fisik dan

Emosional

-          Anjurkan melakukan aktivitas

secara bertahap

-          Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus

-          Lakukan latihan rentang gerak pasif

dan/atau aktif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB 3

Penutup

G.    Kesimpulan

Menurut WHO (2020), penyakit coronavirus distatie (Covid 19) adalah virus  yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratort Syndrome (SARS). Coronona virus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian di Wuhan China, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19 (Kemenkes RI, 2020). Tanda dan gejala umum infeksi covid-19 termasuk gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang parah, covid-19 dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut,  gagal ginjal, dan bahkan kematian (Tosepu et al., 2020).

Oleh karena itu, intervensi yang perlu dilakukan yaitu merekomendasikan kepada pasien tentang pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan fisik serta pengumpulan data pasien, karena hal tersebut perlu dilakukan agar kasus positif Covid 19 dapat di minimalisir dengan baik.

 

Untuk mengukur pemahaman anda terkait topik diatas, anda dapat mengerjakan kuesioner berikut :

https://bit.ly/39FJFuQ

Selamat mengerjakan



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Moudy, J & Syakurah, R. A, 2020. Pengetahuan terkait Usaha Pencegahan Coronavirus      Disease (COVID-19) di Indonesia, HIGEIA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH RESEARCH AND DEVELOPMENT, vol. 4, no. 3, hal. 333-346.

Putri, R.N. (2020). Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20 (2), 705-709

WHO. WHO Statement regarding cluster of Pneumonia cases in Wuhan, China. [Homepahe on The Internet]. cited 15 Jan 2020. Available on: https://www.who.int/china/news/detail/09-01- 2020-whostatementregarding-cluster-of-pneumonia-cases-inwuhan- china. (Jan 9th 2020)

Yuliana. “Corona Virus diseases (Covid 19)”. Wellness And Healthy Magazine, Volume 2. Nomor 1, February 2020, p. 187-193

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

SINDROM KOMPARTEMEN

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini