ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN COVID-19
LAPORAN DISKUSI
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COVID-19
Kelompok 3
Nama anggota :
Aziza Rahma Dwianti I1B020042
Happy Anggeraeni Zuhri I1B020043
Ardini Putri Purwitasari I1B020044
Titin Murniati I1B020045
Kinanthy Handayani I1B020046
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akhir tahun 2019 tepatnya pada bulan desember, dunia dihebohkan dengan sebuah kejadian yang membuat banyak masyarakat resah yaitu dikenal dengan virus corona (covid-19) (Putri, 2020). Menurut (Sharma et al.,2020) yang dikutip oleh (Tarigan, et al.,2021) mengatakan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang dapat menular kepada orang lain dengan sangat cepat melalui cairan droplet dan kontak langsung dengan orang yang terinveksi Covid-19. Ada berbagai macam gejala Covid-19, diantaranya yaitu demam, batuk ringan, mialgia dan sesak napas dengan tingkat keparahan yang berbeda dimulai dari ringan, berat, hingga kritis. Oleh katena itu, Perawat mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan bagi pasien Covid-19.
Dimasa pandemi Covid-19 saat ini, perawat harus bisa meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan dalam mengimplementasikan Paduan Asuhan Keperawatan (PAK) di rumah sakit. Karena Covid-19 ini merupakan kasus baru yang bisa menular dengan cepat sehingga berbahata apabila seluruh dunia tertular penyakit tersebut. Menurut (Utama et al., 2020) dalam kutipan (Tarigan et al.,2021) asuhan keperawatan Covid-19 sangat diperlukan pelatihan dan edukasi pasien Covid-19 kepada seluruh perawat yang berjaga di ruangan Covid-19. Saat ini perawat yang berada dirumah sakit belum mendapatkan sosialisasi mengenai PAK Covid-19, sehingga perlu dilaksanakannya kegitan sosialisai PAK dalam pemberian asuhan keperawatan Covid-19 dirumah sakit.
1.2 Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien yang terkonfirmasi Covid -19
2. Tujuan Khusus
a. Mengkaji riwayat kesehatan pada klien yang terkonfirmasi Covid -19
b. Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien yang terkonfirmasi Covid -19
c. Merencakan tindakan keperawatan pada klien yang terkonfirmasi Covid -19
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Overview Kasus
Keluarga bapak soiman sedang menjalani isolasi mandiri karena pak soiman kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang terkonfirmasi positif Covid 19. Pak soiman berusia 43 tahun. Keluhan yang dirasakan oleh pak soiman adalah sesak napas, indera penciuman hilang, badan terasa lemas dan pegal pegal, batuk, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya suhu badan pak soiman mencapai 40 C, RR 31x/menit, Tekanan darah 115/70 mmHg dengan saturasi oksigen 80%. Dan setelah dilakukan test PCR hasilnya dinyatakan pak soiman terkonfirmasi positif Covid 19. Ia tidak memiliki penyakit penyerta. Ia tinggal bersama istri dan 3 anaknya yang sementara ini menjadi ODP karena mereka belum melakukan test PCR.
B. Pembahasan
1. Pengertian Covid 19
Covid 19 merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh infeksi virus coronavirus jenis baru yang ditularkan melalui percikan droplet yang keluar ketika seseorang batuk ataupun bersin. Coronavirus sendiri merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Jika terjadi pada manusia virus ini menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang serius seperti MERS dan SARS.
Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan China pada bulan Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV 2) dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) (Kemenkes RI, 2020).
2. Manifestasi Klinis / Tanda dan Gejala Covid 19
Infeksi COVID 19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam dengan suhu >380c, batuk dan kesulitan bernapas. Bahkan beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan merasa sehat. Pada kasus berat perburukan secara cepat dan progresif, seperti ARDS, syok septik, asidosis metabolik yang sulit dikoreksi dan perdarahan atau disfungsi sistem koagulasi dalam beberapa hari. Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik dengan sebagian kecil dalam kondisi kritis bahkan meninggal (Yuliana, 2020).Gejala - gejala Covid 19 ini pada umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.
3. Patofisiologi
Patofisiologi Covid 19 diawali dengan interaksi protein spike virus dengan sel manusia setelah memasuki sel, encoding genome akan terjadi dan memfasilitasi ekspresi gen yang membantu adaptasi virus SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome virus corona pada inang. Rekombinasi, pertukaran gen, insersi gen, atau delesi, akan menyebabkan perubahan genom yang menyebabkan outbreak di kemudian.
4. Cara penularan
Menurut (WHO,2020) yang dikutip oleh (Sari,2020) Covid-19 bisa ditularkan dari orang yang terinfeksi virus ini melalui percikan dari batuk dan bersin kepada orang lain yang tidak terinfeksi virus. Covid-19 juga dapat menular melalui benda-benda yang terkontaminasi percikan batuk atau bersin penderita Covid-19. Orang lain yang menyentuh benda-benda terkontaminasi tersebut lalu menyentuh mata, hidung dan mulut mereka dapat tertular penyakit ini .
5. Cara Pencegahan
Dalam jurnal yang ditulis oleh Sari(2020) ada beberapa langkah pencegahan Covid-19 yang direkomendasikan oleh WHO pada tahun 2020, antara lain:
1. Sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik berbahan alkohol. Deterjen pada sabun dan alkohol pada antiseptik dapat membunuh virus pada tangan.
2. Jaga jarak dengan orang lain minimal satu meter. Hal ini untuk mencegah tertular virus penyebab Covid-19 dari percikan bersin atau batuk.
3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum Anda memastikan tangan Anda bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik.
4. Tangan yang terkontaminasi dapat membawa virus ini ke mata, hidung dan mulut yang menjadi jalan masuk virus ini ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit Covid-19.
5. Tetaplah berada di dalam rumah agar tidak tertular oleh orang lain di luar tempat tinggal.
6. Pemeriksaan Penunjang
● Pemeriksaan radiologi : yaitu dengan foto toraks, CT-Scan toraks, USG toraks
● Pemeriksan spesimen saluran napas atas dan bawah bisa menggunakan swab
● Bronkoskopi
● Pungsi pleura sesuai kondisi
● Pemeriksaan kimia darah
● Pemeriksaan feses dan urin
● Uji kepekaan dari bahan saluran napas
7. Penatalaksanaan
● Isolasi mandiri bagi pasien yang menimbulkan gejala maupun tidak
● Suplementasi oksigen dengan pemberian terapi oksigen pada pasien
● Mengenali kegagalan nafas hipoksemia berat
● Pemberian antibiotik empiris
● Terapi simptomatik jika diperlukan
● Observasi ketat
● Pahami komorbid pasien
8. Pengkajian
Nama : Bapak Soiman
Umur : 43
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Wiraswasta
- Data Objektif
1. Kondisi badan klien tampak lemas
2. Suhu badan 40’C
3. RR 31x/menit
4. Tekanan darah 115/70 mmhg
5. Saturasi Oksigen 80%
6. Hasil PCR positif
1. Klien mengatakan merasa sesak saat bernafas
2. Klien mengeluh pegal-pegal, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan.
3. Klien mengatakan sudah 5 hari mengalami kehilangan penciuman.
7. Diagnosa Keperawatan
No | Diagnosa Keperawatan | Tujuan dan Kriteria Hasil | Intervensi |
1. | Ketidakefektifan bersihan jalan napas Definisi: Ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas. Batasan karakteristik : - Perubahan pola napas -Perubahan frekuensi napas - Dispnea - Batuk yang tidak efektif | Status ventilasi pernafasan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan didapatkan : - Menunjukkan jalan napas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama napas, frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak ada suara napas abnormal) - Mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang menghambat jalan napas | Penyedotan jalan nafas : - Auskultasi suara napas sebelum dan sesudah suction Anjurkan napas dalam dan istirahat |
2. | Intoleransi aktivitas Definisi : Ketidakcukupan energi psikologis atau fisiologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang harus atau yang ingin dilakukan. Batasan karakteristik : - Respon tekanan darah abnormal terhadap aktivitas - dispnea setelah beraktivitas -keletihan Faktor yang berhubungan : -Ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen | -Mengkaji kemampuan klien dalam beraktivitas Hasil : Aktivitas klien dibantu oleh perawat dan keluarga - Mengkaji respon pasien terhadap aktivitas. Hasil : Klien mengatakan mudah lelah apabila melakukan aktivitas
| -Mengurangi aktivitas yang berat -Mengatur pola tidur klien. |
3. | Hambatan pertukaran gas
Definisi : Kelebihan atau defisit oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolar-kapiler. Batasan karakteristik : - Pola pernapasan abnormal - Dispnea - Hipoksemia - Hipoksia Kondisi terkait : -Perubahan membran alveolar-kapiler | -Ventilasi status pernafasan -Status pernafasan patensi jalan nafas
| - Buka jalan nafas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
- Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
- Lakukan fisioterapi dada jika perlu
|
8. Implementasi Keperawatan
Implementasi yang dilakukan oleh perawat yaitu melakukan pembersihan jalan nafas dengan melakukan auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suction serta menganjurkan napas dalam dan istirahat. Selain itu, perawat juga mengatur pola tidur klien. Pasien dengan diagnosa hambatan pertukaran gas perawat dapat melakukan buka jalan nafas dengan menggunakan teknik chin lift atau jaw thrust dan mengidentifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan.
9. Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, pada diagnosa ketidakefektifan bersihan jalan napas, intoleransi aktivitas, dan hambatan pertukaran gas sudah teratasi semuanya, maka intervensi yang dilakukan dapat diberhentikan.
BAB III
PENUTUP
Covid 19 merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh infeksi virus coronavirus jenis baru yang ditularkan melalui percikan droplet yang keluar ketika seseorang batuk ataupun bersin. Infeksi COVID 19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Menurut (WHO,2020) yang dikutip oleh (Sari,2020) Covid-19 bisa ditularkan dari orang yang terinfeksi virus ini melalui percikan dari batuk dan bersin kepada orang lain yang tidak terinfeksi virus. Agar terhindar dari virus corona maka harus tahu bagaimana cara pencegahannya, missal dengan mencuci tangan, jaga jarak, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, serta tetap di rumah saja agar terhindar dari virus Covid-19.
DAFTAR PUSTAKA
Butcher K. H., dkk. (2018). Nursing Interventions Classification (NIC)
Fitriani, N. I. (2020). tinjauan pustaka covid-19: virologi, patogenesis, dan manifestasi klinis. Jurnal Medika Malahayati, 4(3).
Moorhad S., dkk. (2018). Nursing Outcomes Classification (NOC) (Terjemahan). Elsevier
NANDA Internasional. (2018). Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2018-2020. Ed. 11 (Terjemahan). Penerbit Buku Kedoteran.
Putri, Ririn Noviyanti. (2020). Indonesia dalam Menghadapi Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 705.
Sari, M. K. (2020). Sosialisasi tentang pencegahan covid-19 di kalangan siswa sekolah dasar di SD Minggiran 2 Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 4(1), 80-83.
Tarigan, R., Setyowati, S., Afriani, T., Dewi, S., & Yatnikasari, A. (2021). Penguatan Panduan Asuhan Keperawatan (PAK) dalam Pemberian Asuhan Keperawatan COVID-19 di Rumah Sakit.Journal of Telenursing (JOTING), 3(1), 191-203.
Yuliana, Y. (2020). Corona virus diseases (Covid-19): Sebuah tinjauan literatur. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 187-192.
Yosefhine, M. (2020). HUBUNGAN PENGETAHUAN MENGENAI PATOFISIOLOGI COVID-19 DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN MASKER KAIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA ANGKATAN 2017 (Doctoral dissertation, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta).
LAMPIRAN
A. Dokumentasi Kegiatan Diskusi


Comments
Post a Comment