ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GASTRITIS



Laporan Diskusi

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gastritis


 

Kelompok 1

1. Maya Syarivatul Azizah      I1B020001

2. Dian Ayu Palupi                 I1B020002

3. Miftahul Jannah                  I1B020003

4. Siska Apriani                       I1B020004

5. Nurul Arsita                        I1B020005

 

 

 

 

Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Universitas Jenderal Soedirman

Bab 1. Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung. Peradangan ini dapat mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung sampai terlepasnya epitel mukosa superficial yang menjadi penyebab dalam gangguan saluran pencernaan. Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronis, atau lokal dengan karakteristik anoreksia, rasa penuh, tidak enak pada epigastrik, mual dan muntah. Gastritis dibedakan menjadi 2 jenis yaitu gastritis akut dan gastritis kronis. Gastritis akut merupakan peradangan pada mukosa lambung yang menyebabkan erosi dan perdarahan mukosa lambung, setelah terpapar zat iritan. Sedangkan gastritis kronis, merupakan gastritis yang terkait dengan atropi mukosa gastrik sehingga produksi asam lambung menurun dan menimbulkan ulserasi peptik (Suratun dan Lusianah, 2010).

Salah satu gejala terjadinya gastritis adalah nyeri pada uluh hati, selain itu juga bisa terjadi mual, muntah, lemas, nafsu makan menurun, keluar keringat dingin, sering bersendawa dan pada kondisi yang parah bisa terjadi muntah darah. Faktor yang menyebabkan gastritis yaitu jenis obat-obatan, alkohol, bakteri,virus, jamur, stress, radiasi, alergi atau intoksikasi dari bahan makanan dan minuman, garam empedu, iskemia dan trauma langsung (Muttaqin, 2011). Gastritis biasanya diawali oleh frekuensi konsumsi makan dan minum yang tidak teratur sehingga lambung menjadi sensitif bila asam lambung meningkat dan menyebabkan iritasi pada lambung. . Gastritis bila tidak diobati akan mengakibatkan sekresi lambung semakin meningkat dan akhirnya membuat lambung luka–luka (ulkus) yang dikenal dengan tukak lambung juga dapat menimbulkan peradangan saluran cerna bagian atas berupa hematemesis (muntah darah), melena, perforasi dan anemia karena gangguan absorpsi vitamin B12 (anemia pernisiosa) bahkan dapat menimbulkan kanker lambung (Suratum, 2010).

B.     Tujuan

a. Tujuan Umum

Mahasiswa mengetahui proses asuhan keperawatan yang sesuai dengan kasus dan mampu memberikan informasi terkait penyakit gastritis

b.  Tujuan Khusus

1. Untuk memberikan informasi terkait penyakit gastritis

2. Mampu merencanakan dan memberikan informasi terkait asuhan keperawatan untuk penyakit gastritis

3. Mengevaluasi pembaca melalui informasi yang diberikan terkait penyakit gastritis.

 

Bab 2. Tinjauan Pustaka

A.    Overview Kasus

Kasus

Ny.R berusia 40 tahun datang ke Rumah Sakit  diantar keluarga memiliki keluhan utama nyeri di Uluh Hati, mual dan kembung. Klien tampak lemas dan bersendawa. Skala nyeri kurang lebih 6, terasa ditusuk-tusuk di Uluh Hati, nyerinya hilang muncul. Klien merasakan gejala ini mulai 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit, BB awal ditimbang 50 kg, TTV yang dapat diamati yaitu TD: 110/80 mmHg, N: 80 x/ menit, Suhu: 38 C, RR: 20 x/menit. Ny. R menyampaikan bahwa dia tidak pernah mengonsumsi minuman berakohol dan tidak merokok. Selain itu Ny.R tidak memiliki riwayat penyakit menular ataupun alergi. keluarga dari Ny. R juga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus ataupun hipertensi

Overview kasus: sesuai dengan kasus tersebut, penyakit gastritis disini masuk kedalam gastritis kronis.

 

B.     Pembahasan

1.      Pengertian Gastritis kronis

Gastritis kronis merupakan suatu peradangan bagian permukaan mukosa  lambung yang sifatnya menahun dan berulang. Peradangan tersebut terjadi dibagian permukaan mukosa lambung dan berkepanjangan, yang bisa disebabkan karena bakteri Helicobacter pylori

2.      Etiologi Grastritis

Gastritis kronis dapat disebabkan oleh penyakit autoimun seperti anemia pernisiosa, factor diet seperti kafein, penggunaan obat seperti NSAID atau bifosfat, risedronat,, ibandronat, atau refluks seperti pancreas dan empedu ke dalam lambung dalam waktu lama. (Smeltzer, 2011)

3.      Manifestasi klinis grastitis kronis

a. Nyeri uluh hati, keluhan aneroksia, bersendawa, rasa mual dan kembung

b. Mengalami malabsorpsi vitamin B

4.      Patofisiologi

Inflamasi lambung yang lama dapat disebabkan oleh ulkusbenigna atau maligna dari lambung atau oleh bakteri helicobactery pylory( H. pylory ) Gastritis Kronis dapat diklasifikasikan sebagai tipe A / tipe B, tipe A ( sering disebut sebagai gastritis autoimun ) diakibatkan dari perubahan sel parietal, yang menimbulkan atrofi dan infiltrasi seluler. Hal ini dihubungkan dengan penyakit autoimun seperti anemia pernisiosa dan terjadi pada fundus atau korpus dari lambung. Tipe B ( kadang disebut sebagai gastritis ) mempengaruhi antrum dan pylorus ( ujung bawah lambung dekat duodenum ) ini dihubungkan dengan bakteri Pylory. Faktor diet seperti minum panas atau pedas, refluks isi usus kedalam lambung. (Smeltzer dan Bare, 2001)

5.      Pemeriksaan dan Penatalaksanaan penunjang Grastritis

·         Pemeriksaan Penunjang

Menurut Rahayuningsih. D. (2011) pemeriksaan penunjang pada pasien dengan

gastritis, meliputi :

a. Darah lengkap, bertujuan untuk mengetahui adanya anemia.

b. Pemeriksaan serum vitamain B12, bertujuan untuk mengetahui adanya  defisiensi B12.

c. Analisa feses, bertujuan untuk mengetahui adanya darah dalam feses

d. Analisa gaster, bertujuan untuk mengetahui kandungan HCl lambung.

Acholohidria menunjukkan adanya gastritis atropi.

e. Tes antibody serum, bertujuan mengetahui adanya antibodi sel parietal dan  faktor intrinsik lambung terhadap Helicobacter pylori.

f. Endoscopy, biopsy, dan pemeriksaan urine biasanya dilakukan bila ada kecurigaan berkembangnya ulkus peptikum.

g. Sitologi, bertujuan untuk mengetahui adanya keganasan sel lambung.

·         Penatalaksanaan

1.      Berkonsultasi ke dokter, dokter akan memberi obat sesuai keluhan dan  penyebab. Umumnya gastritis yang disebabkan oleh infeksi diberikan obat- obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi gastritis (Nurhayati, 2010).

2.      Tindakan medis yang bertujuan untuk pengobatan:

1)      Pemeriksaan darah, tes ini digunakan untuk memeriksa adanya antibody H.  Pylori dalam darah. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia, yang terjadi akibat pendarahan lambung akibat gastritis (Nurhayati, 2010). Hasil test yang positif menunjukkan bahwa seseorang pernah mengalami kontak dengan bakteri H. Pylori dalam hidupnya tetapi keadaan tersebut bukan berarti seseorang telah terinfeksi H. Pylori (Okviani, 2011)

2)      Pemeriksaan feses, tes ini memeriksa apakah H. Pylori dalam feses atau tidak (Nurhayati, 2010). Hasil tes yang positif menunjukkan orang tersebut terinfeksi H. Pylori. Biasanya dokter juga menguji adanya darah dalam tinja yang menandakan adanya perdarahan dalam lambung karena gastritis (Okviana, 2011).

3)      Endoskopi saluran cerna bagian atas, dengan tes ini dapat terlihat adanya ketidaknormalan pada saluran cerna bagian atas yang mungkin tidak terlihat dari sinar X (Nurhayati, 2010).

6.      Komplikasi

Komplikasi penyakit gastritis kronis antara lain :

a. Perdarahan saluran cerna bagian atas yang merupakan kedaruratan medis

b. Ulkus peptikum, jika prosesnya hebat.

c. Gangguan cairan dan elektrolit pada kondisi muntah berat.

d. Anemia pernisiosa, keganasan lambung.

7.      Diagnosa gastritis kronis

a. Nyeri akut berhubungan inflamasi mukosa lambung

b. Volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat dan output cair yang berlebih ( mual dan muntah ) (Witcher, 2020)

8.      Intervensi gastritis kronis

Intervensi akibat  Nyeri akut berhubungan inflamasi mukosa lambung

Pain management

a. Mengobservasi kebutuhan nutrisi klien

b. Observasi TTV

c. Observasi tingkat nyeri klien secara konferhensif baik meliputi frekuensi, lokasi, intensitas, reaksi.

d. Jelaskan sebab-sebab nyeri kepada klien.

e. Edukasi keluarga untuk memberikan suasana nyaman.

Intervensi akibat Volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat dan output cair yang berlebih (mual dan muntah). Observasi kebutuhan nutrisi klien seperti makan dan minum. Membantu klien untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 3.  Penutup

Kesimpulan

Gastritis merupakan penyakit yang sering terjadi pada dewasa, gastritis sendiri merupakan penyakit peradangan yang menyerang mukosa lambung yang disebakan oleh bakteri Helicobacter pylori. Gastritis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gastritis akut dan gastritis kronis. Gastritis dapat menyebabkan nyeri pada uluh hati, mual, dan muntah, ketidaknyamanan epigastrik. Gastritis ini dapat disebabkan oleh penyakit autoimun seperti anemia personia, alkohol, bakteri atau virus stres, iskemia dan frekuensi makan yang tidak teratur sehingga lambung menjadi sensitif dan asam lambung akan meningkat sehingga menyebabkan asam lambung. Pemeriksaan Gastritis ini dapat dilakukan dengan  pemeriksaan serum vitamin B12, analisa feses, analisa gester, tes antibodi serum, dan sitologi.  Infeksi pada gastritis ini dapat diberikan obat-obatan untuk menghentikan proses infeksi.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

Ni Made, H  2020, Gambaran Asuhan Keperawatan Pemberian Terapi Relaksasi Benson            Untuk Mengatasi Gangguan Rasa Nyaman pasien Gastritis di Wilayah UPT   Kesmas Sukawati Kabupaten Gianyar Tahun 2020, Diploma thesis, Poltekkes       Denpasar. Diakses pada 12 September 2021. http://repository.poltekkes-             denpasar.ac.id/id/eprint/5115.

La Ode Darfin, Penulis Dan Sitti Muhsinah, Pembimbing 2019, Asuhan Keperawatan       Keluarga TN.H Dengan Gastritis di Desa Lakauduma. Karya Tulis Ilmiah thesis,       Poltekkes Kemenkes Kendari. http://repository.poltekkes-kdi.ac.id/1476/. Diakses   pada 12 September 2021.

Wicaksono, S 2020 , Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Klien Gastritis Di Ruang        Sedap Malam Rsi Nu Lamongan. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.   http://repository.unair.ac.id/id/eprint/98000. Diakses pada 12 September 2021.

Smeltzer, S. C. (2011) Keperawatan Medikal Bedah. 12th edn. Edited by E. A. Mardella. USA: EGC.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk mengukur pemahaman Anda mengenai penyakit : https://forms.gle/4AqV24kgURxrznZp9

Selamat Mengerjakan

 Link blogspot : https://simkepkelasaunsoed.blogspot.com/2021/09/laporan-diskusi-asuhan-keperawatan-pada.html

 

Dokumentasi


















 

 

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

SINDROM KOMPARTEMEN

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini