GANGGUAN HEPATITIS B

 LAPORAN HASIL DISKUSI
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN HEPATITIS B
 

 

KELOMPOK  9         

            1. TITI SAYEKTI HANDAYANI     I1B020054
            2. RATIH ANTIKASARI                  I1B020055
            3. HASNA DEVA DAY MIKLI        I1B020056
            4. LUDIYANTI TEGUH                   I1B020057
            5. ASTRID AYU HARTANTI          I1B020059

  


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
2021





BAB I

PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang

    Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dan sudah menginfeksi dua milyar penduduk dunia. Diperkirakan enam puluh lima kematian pada pengidap hepatitis B diakibatkan oleh sirosis dan karsinoma hepatoselular. Diagnosis Virus Hepatitis B dilakukan dengan memperhatikan gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan HBsAg, Anti HBs, HBeAg, AntiHBe, IgMHBc, HBV DNA.

    Berdasarkan studi sebelumnya mengungkapkan rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit Hepatitis B. Untuk itu diperlukan panduan singkat yang dapat memberi pengetahuan dan informasi yang benar terkait cara pencegahan  tanda dan gejala serta penularan virus hepatitis B serta pertanyaan yang sering muncul di masyarakat (Kemenkes RI, 2020).

1.2 Tujuan

  1. Tujuan Umum

         Mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis hepatitis di RSUD Margono   

  1. Tujuan Khusus
            a. Mengkaji klien di ruang melati dengan diagnosa medis Hepatitis di RSUD Margono
            b. Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien di ruang melati dengan diagnosa medis hepatitis di RSUD Margono
            c. Merencanakan tindakan keperawatan pada di ruang melati dengan diagnosa medis hepatitis di RSUD Margono

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Overview Kasus

      Tn. P datang ke RSUD Margono pada tanggal 10 september 2021 dengan keluhan nyeri perut kanan yang membengkak. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk. Saat perawat bertanya pada Tn P mengenai skala nyeri dari 0-10, Tn P menunjukkan skala nyeri 4 dari 10 terutama saat sedang beraktivitas. Saat perut ditekan, wajah Tn P meringis kesakitan. Tn P mengatakan ia merasa lemas selama 3 hari karena ia tidak nafsu makan sehingga menyebabkan  berat badannya turun dari 70kg ke 65kg. setelah diperiksa oleh perawat kadar HB Tn P 9 dan gula darah 73 mg/dL. TD 125/85 Nadi 85x/menit Suhu 37,5C, RR 20x/menit.

2.2 Pembahasan

  1. Pengertian

      Hepatitis B merupakan penyakit yang banyak menjangkit masyarakat Indonesia. Banyak dari masyarakat yang belum mengetahui penyakit ini. Kebutuhan promosi kesehatan hepatitis B kepada masyarakat sangat diperlukan yang akan berfungsi untuk meningkatkan tingkat pengetahuan, menyikapi penyakit dalam jangka pendek, dan membuat masyarakat terlindungi dari penyakit dalam jangka panjang (Agustina F, 2021). Hepatitis B merupaka penyakit infeksi pada jaringan hati yang disebabkan oleh virus yang berasal dari family hepadnavirus (Agustina F, 2021). Hepatitis B menduduki tempat pertama dalam hal jumlah penyebarannya diantara hepatitis lain yang disebabkan oleh virus (Kolo A, 2019)

  1. Etiologi

    Virus hepatitis B menurut Greteda L (2020) dapat terjadi dengan beberapa penyebab, diantaranya            :

  1. Penggunaan obat-obatab, bahan kimia, dan racun yang menyebabkan toksik untuk hati.
  2. Reaksi transfuse darah yang tidak terlindungi virus hepatitis B
  3. Infeksi virus Hepatitis B yang dapat ditularkan melalui darah atau produk darah, saliva, semen, dan sekresi vagina.

       Virus hepatitis B yang telah disebutkan dapat ditularkan dengan penggunaan jarum suntik secara bersamaan, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual aaupun pria homoseksual). Selain itu bisa pula terjadi pada ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B dimana seorang ibu dapat menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan.

  1. Manifestasi Klinis

    Manifestasi klinis yang muncul pada penderita hepatitis B yaitu mual, muntah, nyeri kepala, icterus berwarna gelap, malaise diikuti jaundice yang muncul setelah satu hingga dua minggu, anoreksia menetap, penurunan berat badan, dan fatigue (Gozali A.P, 2020). Gejala juga dapat terjadi kepada penderita hepatitis B seperti gejala flu, faringitis, batuk, coryza, demam, nyeri tekan pda hati, dan limfadenopatik. (Kolo A, 2019)

  1. Komplikasi

        Menurut Getreda L (2020) komplikasi pada penderita hepatitis B yaitu       :

  1. Enselfalopati hepatic terjadi pada kegagalan hati berat yang disebabkan oleh akumulasi ammonia serta metabolic toksik merupakan stadium lanjur enfaloppati hepatic.
  2. Kerusakan jaringan parenkim hati yang meluas aan menyebabkan sirosis hepatitis, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada alkoholik.
  3. Seroeis dimana serosis kerusakan hati akan diganti oleh jaringan parut yang semakin parah kerusakan maka semakin besar jaringan parut yang terbentuk dan semakin berkuraang jumlah sel hati yang sehat.
  1. Pengobatan

    Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit hepatitis virus ini,asalkan dirawat dengan baik,biasanya dapat disembuhkan setelah 6 bulan penderita harus istirahat total 1-4 minggu, maka cukup protein tapi rendah lemak dan disertai dengan mengkonsumsi suplem vitamin dan minera.Pengobatan hanya ditujukan untuk simptomatisnyasaja,demam dapat diturunkan dengan obat penuruan panas,tetapi gejala ikterik,mual,muntah,rasa tidak enak pada perut kanan atas berkurang sering dengan pejalanan penyakitnya. (Getreda L, 2020)

  1. Asuhan Keperawatan
  • Pengkajian
  1. Identitas Klien

          Nama               : Tn. P

          Umur               : 42 th

          Jenis kelamin  : laki-laki

          Suku                : jawa

          Agama             : islam

          Pendidikan      : SMA

          Alamat             : Desa Huria

  1. Riwayat Kesehatan
  • Keluhan utama :

          Pasien mengatakan nyeri perut

          Disebabkan karena pembekakan pada perut

          Keletihan

  • Riwayat penyakit saat ini :
          Pasien mengatakan tanggal 10 Januari 2020 datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan bengkak, dan tidak nafsu makan.Setelah itu dipindahkan ke ruang Melati pada jam 14.00. Pada saat pengkajian pasien nyeri perut kanan bengkak, dan tidak nafsu makan

P: Nyeri perut

Q: Seperti ditusuk-tusuk

R: Perut sebelah kanan

S: Skala nyeri (4)

T: Pada saat beraktivitas

  • Riwayat Penyakit Sebelumnya :
  1. Penyakit yang pernah diderita: Pasien mengatakan tidak pernah mendrita penyakit apa-apa
  2. Operasi: Pasien mengatakan tidak pernah operasi
  3. Alergi: Pasien mengatakan tidak mempunyai alergi
  4. Jenis alergi: Tidak ada

  • Masalah Keperawatan yang Muncul pasa Kasus Tn.P
  1. Nyeri akut
  2. Keletihan


  • Tujuan dan Perencanaan Tindakan Keperawatan yang akan dilakukan kepada Tn.P

No

DATA

ETIOLOGI

PROBLEM

1






 

 

 

 

 

 

 

 

.

Ds: Pasien mengatakan nyeri perut

P : Nyeri perut

Q : Nyeri seperti ditusuk – tusuk

R : Di perut sebelah kanan

S : Skala nyeri 4

T : Saat beraktivitas

Do:

-  Wajah pasien tampak meringis saat beraktivitas dan kesakitan jika di tekan pada nyeri perut

-  TTV :

TD : 125/85 mmHg Nadi : 85x/menit Suhu : 37,5◦c

RR : 20x/menit


Pembesaran diperut

 

Mendesak organ

 

Rasa tidak nyaman


Nyeri pada abdomen

 

 

 

 





Glukoginesis menurun

 

Glikogen         dalam hepar berkurang


Glukosa           dalam darah berkurang


Cepat lelah

Nyeri akut

2. 

Ds: Pasien mengatakan lemas Do:

-  Pasien tampak lemah

-  Konjungtiva anemis

-  Porsi makan pasien 4 sendok makan

-  Berat badan sebelum sakit : 70 kg, berat badan saat sakit : 65 kg

-  HB :9

-  Gula darah :73 mg/dL

 

Keletihan


 

No

Tujuan / kriteria hasil

Intervensi

Rasional

1.

DX    :  Nyeri akut berhubungan dengan nyeri pada abdomen.

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan nyeri pasien dapat berkurang.

Kritera hasil :

K : Pasien mampu menjelaskan kembali tentang nyeri

A : Pasien mengungkapkan nyeri berkurang

P : Pasien mampu mengontrol nyeri

P : Ekspresi wajah klien tampak rileks

1. Bina hubungan saling percaya (bhsp)

2. Catat karakteristik nyeri, lokasi dan seberapa lama nyeri

3. Observasi TTV

4. Ajarkan pada klien teknik relaksasi/distraksi

5. Kolaborasi dengan tim medis lain Pemberian obat – obatan analgestik

1.  Menjalin hubunga terapeutik dengan pasien dan keluarga serta memudahkan dalam melakuakan tindakan

2. Agar untuk mengetahui seberapa sering munculnya terjadi nyeri

3. Untuk mengetahui kondisi peningkatan pasien

4. Menghilangkan / mengurangi nyeri

5.  Agar dapat menentikan terapi yang tepat.Dan Pemberian obat rutin mempermudah proses penyembuhan

 

2 .

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan kelemahan dapat berkurang

Kriteria hasil :

1) Memverbalisasikan peningkatan energy dan merasa lebih baik

2)   Menjelaskan penggunaan energy untuk mengatasi kelelahan

3)  Kecemasan menurun

4)  Glukosa darah adekuat

5)  Kualitas hidup meningkat

6)   Istirahat cukup

7)   TTV dalam batas normal 

TD : 120/80 mmHg

Nadi : 60 – 100 x/menit 

Suhu : 36,5 – 37,5◦c 

RR : 18 – 20 x/menit

8)   HB normal : 13,5-17,5 g/dl 9) GDA : 80-140 mg/dl

1) Bina hubungan saling percaya

2) Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas

3) Observasi TTV

4) Monitor nutrisi dan sumber energy yang adekuat

5) Monitor pola tidur dan lamaya tidur/isirahat pasien

6)Konsoltasi dengan ahli gizi untuk meningkatkan asupan makanan yang berenergi tinggi

 

1) Agar membina hubungan saling percaya antara pasien dan perawat

2) Untuk tidak terjadi kelelahan yang berlebihan

3) Mengetahui peningkatan kesehatan pasien

4) Untuk mempertahankan asupan nutrisi sehingga kebutuhan nutrisi kecukupan

5) Agar mengetahui kondisi peningkatan pasien

6)   Untuk mencukupi asupan nutrisi, dan untuk menekan agar nafsu makan pasien meningkat

 


 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

        Pada pengkajian tinjauan kasus didapatkan data fokus nyeri perut saat ditekan, pada pengkajian nyeri pasien didapatkan P: Nyeri perut Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk R: perut sebelah kanan S: Skala nyeri 4 dari 10 T: pada saat aktivitas. Sedangkan pada pengkajian perencanaan pasien mengalami tidak nafsu makan. Pada kasus Tn.P hepatitis akan mengalami beberapa masalah keperwatan yang ditemukan pada tinjauan kasus adalah nyeri akut, keletihan, kedua diagnosa tersebut muncul karena didapatkan data-data dari pasien itu sendiri.

 



DAFTAR PUSTAKA

 

Agustina, F. dan Harto T., 2021. Hubungan Pengetahuan Sikap dan Stigma Masyarakat terhadap Penyakit Hepatitis B dan Pencegahannya di Desa Wonodadi Asri Kabupaten Oku Timur. Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang, 10(1), hal. 21-27.

Gozali, A.P., 2020. Diagnosis, Tatalaksana dan Pencegahan Hepatitis B dalam Kehamilan. Cermin Dunia Kedokteran47(7), pp.354-358.

Greteda L., 2020. Asuhan Keperawatan pada Tn.S dengan Diagnosa Meis Hepatitis di Ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan. Karya Tulis Ilmiah.

Indriani, NR 2018, Analisis Faktor Pemanfaatan Kerokan pada Lansia Berbasis Keperawatan Transkultural di Posyandu Lansia Sukmajaya Kelurahan Kertajaya Surabaya, Universitas Airlangga, <http://repository.unair.ac.id/85193/4/full text.pdf>.

Kemenkes RI. (2020). Buku Saku Hepatitis. Jakarta: Pelita Hati.

Kolo, A., 2019. Asuhan Keperawatan pada Ny. A.S dengan Hepatitis B di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Karya Tulis Ilmiah.

Nuryanti, A 2020, ‘Uji Coba Instrumen Pengkajian Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Pola Fungsional Kesehatan Gordon’, Jurnal Keperawatan, vol. 9, no. 2, pp. 1–10.




LAMPIRAN


  • Dokumentasi Diskusi Mandiri
  • Link Google Form
          https://bit.ly/KuisHepatitisB 

 

 



Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

SINDROM KOMPARTEMEN

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini