COVID-19
Laporan
Diskusi
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dewasa dengan Gangguan Covid-19
Kelompok
4
1. Magista Ade Damayanti I1B020006
2. Putri Handoyo I1B020007
3. Khoirunnisa Zinifara I1B020009
4. Hervinda Yasfa Imaniar I1B020010
5. Riska Nurhidayani I1B020011
Program
Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas
Jenderal Soedirman
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pada Desember 2019, terdapat penyakit misterius yang
terjadi di Hubei, profinsi Wuhan, China penyakit itu adalah kasus pneumonia
yang tidak diketahui sumber penularannya.
Kasus pertama dari penyakit misterius ini ditemukan di sebuah pasar ikan
di Hubei, yang selanjutnya berkembang dan menjadi tidak terkendali
penyebarannya sampai pada bulan Januari 2020 sudah tersebar sampai ke daerah
lain di China dan bahkan ke Jepang, sehingga pada
30 Januari 2020 WHO mendeklarasikan wabah Covid-19 yang ada di Cina sebagai
Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency
of International Concern, PHEIC) yang menandakan bahwa Covid-19 menjadi ancaman
global dunia, lalu pada 11 Februari 2020 WHO secara resmi menyebut penyakit
yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai penyakit virus corona 2019 (Makmun & Hazhiyah,
2020)
Saat ini kasus infeksi virus Covid-19 masih terus
berlangsung, yang artinya sudah 1 tahun 10 bulan lamanya pandemi Covid-19
menyerang dunia. Virus Covid-19 ini menjadi sangat berbahaya dikarenakan proses
patogenesisnya yang menyerang saluran pernapasan dan dapat ditularkan dengan
mudah melalui droplet penderita Covid-19. Selain menyerang saluran pernapasan,
virus ini juga dapat menyerang organ tubuh yang lain dan dapat menyebabkan
komplikasi pada penderita positif Covid-19 yang mempunyai penyakit lain atau
yang disebut juga penyakit komorbid.
Penderita yang terinfeksi positif Covid-19 dapat
mengalami beberapa gejala atau manifestasi klinis seperti infeksi saluran nafas
akut, demam, fatigue, batuk, anoreksia, malaise, nyeri tenggorokan, sakit
kepala, sesak napas. Para pasien dalam proses penyembuhannya perlu melakukan
isolasi dari aktivitas sosialnya dikarenakan akan sangat membahayakan dalam
penyebarannya yang masif. Seluruh masyarakat didunia saat ini sangat perlu
untuk berhati-hati dari penularan virus ini karena dapat menyebabkan kerusakan
pada tubuh bahkan kematian apabila sistem pertahanan atau imun tubuh menurun.
Oleh karena itu pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini pengetahuan umum menganai virus Sars-Cov-2 atau Covid-19 ini sangat diperlukan, yaini pengetahuan mengenai definisi, cara penularan, dan pencegahan dari Covid-19 sangatlah diperlukan. Sehingga seluruh masyarakat dapat melindungi dirinya sendiri dari virus Covid-19.
B. Tujuan
1.
Tujuan
Umum
Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang tepat untuk pasien dewasa dengan gangguan Covid-19.
2.
Tujuan
Khusus
a.
Untuk
mengetahui apakah pembaca paham mengenai Covid-19.
b.
Untuk
mengetahui patofisiologi Covid-19.
c.
Untuk mengetahui bagaimana cara penularan Covid-19.
d.
Untuk mengetahui bagaimana cara pencegahan Covid-19.
e.
Untuk
mengetahui peran perawat dalam penanganan Covid-19.
f.
Untuk
mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien Covid-19.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Overview Kasus
Ny. D berusia 38 tahun pasien rawat inap di ruang isolasi di Rumah Sakit A mengeluh demam tinggi sejak satu minggu yang lalu. Pada hari ke-8 kondisi Ny. D sempat kembali normal seperti biasa. Tetapi pada hari berikutnya Ny. D mengeluh panas tinggi, batuk, sesak nafas, dan tidak bisa mencium bau, sehingga Ny. D melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan Ny.D dinyatakan positif Covid-19 dengan tanda-tanda vital: suhu 39°C, TD 130/80 mmHg dan respirasi 25x/menit sehingga harus dilakukan isolasi mandiri di rumah sakit untuk melakukan perawatan intensif. Ny. D didapati tidak memiliki riwayat penyakit lainnya dan 2 minggu yang lalu Ny. D bepergian ke daerah red zone Covid-19. Ny. D merasa cemas, takut, panik, dan tidak bisa menerima keadaan karena dirinya terkonfirmasi virus Covid-19.
B. Pembahasan
1.
Pencegahan Covid-19
Virus corona memiliki pola penyebaran yang luas dan cepat melebihi SARS dan MERS. Segala upaya dilakukan untuk mencegah agar tingkat reproduksi virus dan penularan virus menurun, seperti adanya vaksinasi, terapi darah konvalesen dan penerapan prokes. Keberhasilan menghentikan penyebaran virus membutuhkan upaya keras semua pihak.
a.
Vaksinasi
Vaksin merupakan suatu produk biologi yang berisi antigen
yang apabila diberikan pada seseorang maka dapat menimbulkan kekebalan spesifik
secara aktif terhadap suatu penyakit tertentu (Kemenkes, 2020). Pemberian
vaksin biasanya dilakukan untuk mencegah maupun mengurangi pengaruh infeksi
akibat patogen tertentu. Patogen atau mikroorganisme parasit merupakan agen
biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya (Levinson, 2008).
Seperti vaksin lainnya, vaksin COVID-19 dapat melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan oleh COVID-19 dengan cara menstimulasi imunitas spesifik tubuh dengan pemberian vaksin tersebut (Kemenkes, 2021). Oleh karena itu, vaksin merupakan senjata utama yang digunakan dalam menghentikan laju suatu wabah, khususnya kini pada pandemi COVID-19.
b.
Tetapi Plasma Konvalesen
Terapi yang
dianjurkan oleh WHO saat ini adalah supportive therapy untuk
penanganan Covid-19, antara lain terapi untuk gejala yang terjadi, pemberian
oksigen, penggunaan antibiotik, terapi cairan, penggunaan vasopresor, dan
tindakan medis termasuk pemasangan ventilator untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Belum ditemukan obat khusus yang direkomendasikan untuk pasien Covid-19 ini,
namun beberapa jenis obat yang berpotensi dapat mengurangi keluhan pasien
Covid-19 antara lain klorokuin atau hidroksiklorokuin, arbidol, ribavirin,
favipiravir, lopinavir/ritonavir, remdesivir, oseltamivir, dan interferon.
Penatalaksanaan
khusus yang dapat diberikan kepada pasien Covid-19 adalah terapi simtomatik dan
oksigen. Selain itu, juga terdapat beberapa terapi, salah satunya adalah terapi
Konvalesen Plasma yang sedang dalam masa uji coba untuk mengetahui
efektivitasnya pada Pasien Covid-19. Seperti kita ketahui bahwa terapi plasma
darah konvalesen ini pernah digunakan untuk pengobatan pada saat terjadinya
wabah flu babi, ebola, SARS, dan MERS.
Terapi
Konvalesen atau disebut juga terapi plasma darah merupakan terapi yang
dilakukan dengan memberikan plasma darah atau bagian dari darah yang mengandung
Antibodi dari orang-orang yang sudah sembuh dari Covid-19 kepada pasien
Covid-19 yang belum sembuh. Tranfusi Plasma
Konvalesen ini bersifat adjunctive
therapy (terapi tambahan) yang sedang banyak diwacanakan di seluruh dunia
untuk menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien Covid-19.
Pasien Covid-19 yang sudah sembuh/penyintas dapat menjadi pendonor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan sebelumnya dan memenuhi persyaratan. Maksud dari pemberian terapi Konvalesen ini adalah, orang yang sudah sembuh dari penyakit/infeksi maka ia akan membentuk antibody didalam tubuhnya dan akan disimpan didalam plasma darah. Maka, apabila ada orang yang mengalami sakit/terinfeksi suatu penyakit sementara orang tersebut belum memiliki antibodi, dibantu dengan memberikan plasma darah yang mengandung antibody. Terapi plasma konvalesen pada Covid-19 saat ini hanya boleh digunakan untuk kodisi kedaruratan.
c.
Penerapan
Protokol
Kesehatan
Upaya pencegahan penularan Covid-19 erat kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan diantaranya dengan memakai masker, mencuci tangan, physical distancing.
·
Memakai Masker
Karena SARS-CoV2 menyebar melalui droplets dan aerosol, penggunaan masker sangat diperlukan dan terbukti dapat mencegah terinfeksi COVID-19. Masker N95 hanya diperlukan oleh tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan yang memiliki paparan tinggi terhadap COVID-19. Hal yang penting diingat adalah gunakan masker dengan benar. Masker harus rapat menutupi mulut dan hidung. Saat ini Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah merekomendasikan penggunaan masker ganda untuk meningkatkan proteksi dan efektivitas serta mencegah penularan lebih lanjut.
·
Mencuci Tangan
Menerapkan kebiasaan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Air dan sabun adalah kombinasi terbaik karena kemampuannya melarutkan dan menghanyutkan lemak pembungkus SARS-CoV-2. Meskipun mencuci tangan dengan air dan sabun adalah pilihan terbaik untuk membersihkan tangan, namun saat bepergian atau tidak menemukan fasilitas mencuci tangan, kita bisa membersihkan tangan dengan menggunakan desinfektan atau hand sanitizer.
·
Physical
Distancing
Melindungi diri sendiri dan orang lain sangatlah penting. Cara terbaik, tentu saja dengan physical distancing, mengurangi kontak fisik dengan manusia lain di luar orang yang biasa ada di rumah, dan menjaga jarak aman 2 meter satu sama lain. Salah satu bentuk mengurangi kontak fisik adalah mengurangi mobilitas termasuk mudik, kepentingan diluar rumah yang tidak terlalu penting.
2.
Peran Perawat
Perawat dan tenaga medis di seluruh Indonesia berperan
dalam penenganan covid-19. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan perawat merupakan tulang punggung
difasilitas pelayanan karena proporsi jumlahnya yang lebih banyak dibandingkan
tenaga kesehatan lain. Dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi wabah
Covid-19 saat ini, perawat mempunyai beberapa peran, yaitu sebagai caregiver yang merupakan peran utama
dimana perawat akan terlibat aktif selama 24 jam dalam memberikan asuhan
keperawatan ditatanan layanan klinis seperti di rumah sakit. Selain itu,
perawat juga mempunyai peran sebagai edukator, dimana berperan sebagai tim
pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat.
Perawat berperan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana covid-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan sense of crisis, sehingga masyarakat menjadi waspada dan menerapkan perilaku pencegahan dan hidup sehat, dan tidak panik. Selain peran diatas, perawat juga berperan dalam advokat dimana perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien dan keluarga yang terindikasi covid positif. Secara umum, perawat mempunyai peran yang sangat penting baik dari segi promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam kondisi wabah covid-19.
3.
Asuhan
Keperawatan
Pada pasien yang terpapar virus Covid-19 memiliki gejala utama yaitu demam, batuk, dan sesak. Tetapi reaksi setiap orang bisa berbeda, ada yang gejala ringan da nada juga yang memiliki gejala berat. Gejala ini akan muncul pada 2-14 hari setelah seseorang terinfeksi virus Covid-19.
a.
Pengkajian
Perawat perlu
melakukan pengkajian sebelum membuat diagnosis, pengkajian yang dilakukan
berupa riwayat perjalanan dan pemeriksaan fisik jika pasien mengalami demam,
batuk, sesak, dan telah melakukan perjalanan ke negara atau daerah yang telah
ditemukan kasus Covid-19 maka pasien harus isolasi mandiri selama 14 hari.
DS :
·
Pasien mengeluh sempat
demam lalu normal dan demam kembali
·
Pasien merasa demam
beberapa hari terakhir
·
Pasien mengeluh batuk
·
Pasien merasa cemas,
takut, panik, dan tidak bisa
menerima dirinya positif Covid-19
DO
:
·
Suhu pasien 39 ºC
·
TD
130/80 mmHg
·
Respirasi
25x/menit
·
Pasien ketakutan dengan
raut wajah yang panik
|
Diagnosis |
Tujuan |
Intervensi |
Kriteria hasil |
|
1. Infeksi
bd kegagalan untuk menghindari pathogen akibat Covid-19 DS
: -
Pasien mengeluh
sempat demam lalu normal dan demam kembali DO
: -
Suhu pasien 39 ºC
|
-
Mencegah penyebaran infeksi dan mempelajari
lebih lanjut tentang penyakit serta penatalaksanaannya - |
Monitor vital sign -
Memantau suhu pasien -
monitor napas -
pemantauan saturasi
oksigen pasien Maintain respiratory isolation -
Menyimpan tisu di
samping tempat tidur pasien -
Membuang sekret dengan
benar -
menginstruksikan
pasien untuk memakai masker dan menerapkan etika batuk -
membatasi kunjungan
dan menyarankan kepada pengunjung pasien untuk tetap pakai masker dan
menerapkan prokes
|
-
pasien mampu mencegah
penyebaran infeksi -
pasien belajar lebih banyak terkait dengan
penyakit dan penatalaksanaanya
|
|
2. Hipertemia
bd peningkatan laju metabolism DS
: -
Pasien merasa demam
beberapa hari terakhir DO
: -
Suhu pasien 39 ºC
|
Suhu tubuh pasien
kembali normal
|
Manage hyperthermia -
menggunakan terapi
yang tepat untuk suhu tinggi untuk mempertahankan normotermia dan mengurangi
kebutuhan metabolisme |
-
suhu tubuh pasien
menurun -
pasien dapat
terkontrol suhu tubuhnya |
|
3. Pola
napas tidak efektif bd sesak napas DS
: -
Pasien mengeluh batuk
DO
: -
Respirasi 25x/menit
|
Frekuensi napas kembali normal dan dapat terkontrol normal
|
Memonitor pola napas -
Posisikan pasien
semiflower -
Beri minuman hangat -
Beri oksigen jika
perlu
|
-
Pernapasan pasien
normal -
Pasien tidak mengeluh
sesak saat bernapas |
|
4. Kecemasan
bd kurangnya informasi dan pengetahuan tentang Covid-19 DS
: -
Pasien merasa cemas,
takut, panik, dan tidak bisa
menerima dirinya positif Covid-19 DO
: -
pasien ketakutan
dengan raut wajah yang panik
|
kecemasan menurun |
Edukasi -
Berikan informasi
tentang penularan penyakit, pengujian diagnostik, proses penyakit,
komplikasi, dan perlindungan dari virus. |
-
Kecemasan pasien
berkurang -
Pasien dapat menerima
dirinya sendiri sebagai seorang yang positif Covid-19
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Virus Covid-19 adalah sebuah virus yang menyerang
saluran pernapasan manusia dan mudah ditularkan melalui droplet dan kontak erat
penderita dengan orang yang sehat. Virus ini sudah menyerang dunia dan menjadi
bencana pandemi selama hampir 2 tahun lamanya, sehingga banyak memakan korban
bahkan sampai dapat berkembang bermutasi menjadi jenis virus Covid-19 yang
lain. Orang yang terinfeksi Covid-19 ini memiliki berbagai gejala seperti
batuk, rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, konjungtivitas, sakit
tenggorokan, diare, anosmia (hilsng indra rasa dan penciuman), ruam, dan sesak
napas. Oleh karena itu dalam mengatasi dan menanggulangi pandemi ini perlu berbagai cara diantaranya,
melakukan personal hygine dengan baik, mamakai masker, mencegah kerumunan, dan
melakukan vaksinasi.
Dalam masa pandemi seperti ini peran perawat sangat penting sebagai tenaga medis yang memiliki proporsi paling banyak dalam mendampingi klien selama perawatan terutama dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Peran perawat diantaranya yaitu dengan memberikan asuhan keperawatan yang tepat seperti melakukan pengkajian, memberikan diagnosis keperawatan, melakukan intervensi kepada klien (memonitor vital sign, maintain respiratry isolation, menerapkan hand hygine, memanage hipertemia, serta memberikan edukasi), dan melakukan evalusi terhadap intervensi yang telah diberikan dan diterapkan kepada klien. Selain peran dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien, perawat juga memiliki peran penting lain sebagai edukator dan advokator yang diperlukan dalam membantu memperkuat pemahaman masyarakat menganai Covid-19 dan membantu mengurangi stigma yang buruk terhadap pasien Covid-19 di masyarakat. Secara umum perawat mempunyai peran yang besar dalam segi promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam kondisi wabah Covid-19 ini.
Seberapa jauh Anda mengetahui tentang Covid-19?
Yuk coba quiznya: https://bit.ly/E-KuesionerCovid-19
REFERENSI
Hatmanti, Nety Mawarda. (2020). Pentingya Peran Perawat di Pandemi Covid-19. https://unusa.ac.id/pentingnya-peran-perawat-di-pandemi-covid-19/. Diakses pada 12 September 2021.
Maulana S.M. (2020). Efektivitas Efikasi Pemberian Terapi Konvalesen Plasma pada Pasien Covid-19 Evidence Based Case Report. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya: 7(3).
Makmun A, Siamu N. (2020). Tinjauan terkait Terapi Covid. Jurnal Kesehatan: Moluccamed 2(1).
Makmun, A., & Hazhiyah, S. F. (2020). Tinjauan Terkait Pengembangan Vaksin Covid 19. Molucca Medica, 13, 52–59. https://doi.org/10.30598/molmed.2020.v13.i2.52
Siringoringo, P. A. (2020). Pelaksanaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Pada Pasien Covid-19. Diakses pada 12 September 2021.
Inayah, I., Buana, R., & Fikri,
R. (2020). Studi Literatur Review: Gambaran Gejala Dan Diagnosis Keperawatan Di
Pelayanan Klinik, Rumah Sakit Dan Komunitas Pada Pasien Covid-19. Pin-Litamas, 2(1),
141-145.

Comments
Post a Comment