ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COVID-19


LAPORAN DISKUSI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COVID-19

 

 


 

 


 

 



 

 

Kelompok 6

1.      Anna Muliyani            NIM I1B020047

2.      Iis Indiana Sari            NIM I1B020048

3.      Fadillah Puspa N         NIM I1B020050

4.      Oti Nurul H                 NIM I1B020051

5.      Endah Puspita             NIM I1B020052

 

 

 

 

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN




BAB I 

PENDAHULUAN


    A.     Latar Belakang

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Coronaviruses (Cov) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut COVID 19. Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Menurut (Listiani 2015) berdasarkan bukti ilmiah yang telah ditemukan, Virus Corona dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19. Skenario penularan lain juga bisa melalui kontak jabat tangan dengan individu positif corona, orang yang sehat bisa tertular jika ia tak mencuci tangannya dengan bersih setelah bersalaman. Infeksi virus COVID-19 dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit hingga kematian, bagi beberapa pasien gejala virus ini bersifat ringan dan sedang namun beberapa pasien lainnya mengalami komplikasi yang patut diwaspadai.

Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan paling depan (frontline) dalam melakukan perlawanan terhadap COVID-19. Beberapa rumah sakit melakukan pengurangan jumlah kunjungan pasien, tetapi tidak pada ruang gawat darurat dan ruang isolasi. Perawat yang bekerja diruang tersebut memiliki risiko yang lebih besar untuk berinteraksi dengan pasien atau penderita yang dicurigai positif COVID-19. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka. Oleh karena itu, para petugas kesehatan khususnya perawat dalam bekerja harus selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dalam memberikan pelayanan juga harus selalu meningkatkan kualitas dalam bekerja agar dapat mengurangi risiko untuk tertular COVID-19 atau penyakit lainnya.

 

B.   Tujuan

Tujuan dari pembahasan mengenai kasus tersebut, yaitu :

1.      Mengetahui etiologi, tanda gejala, dan penatalaksanaan penyakit Covid-19


2.      Mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pasien Covid-19 sesuai dengan kasus yang ada

3.      Mampu menganalisis kasus pada pasien Covid-19 berdasarkan evidence-based practice.



                                                BAB II

                                    TINJAUAN PUSTAKA

 

A.     Overview Kasus

Perawat Flo bertugas di Puskesmas Kaliaja, mendapat laporan bahwa keluarga bapak Soiman sedangan menjalani isolasi mandiri karena pak Soiman kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang positif Covid-19. Perawat Flo melakukan kunjungan rumah untuk mendata keluarga bapak Soiman yang terdiri dari 5 orang. Pasien pertama dengan nama Anna Muliyani, usia 20 tahun dengan Riwayat hipertensi, Pasien diketahui sudah melakukan vaksin dosis 1 dan mengatakan pernah demam dengan suhu 39OC. Saat ini klien sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien kedua atas nama Oti Nurul Hotimah dengan umur 19 tahun dan mengeluh batuk dan flu. Pasien juga diketahui sudah melakukan vaksinasi dosis 1, dan pernah mengalami demam dengan suhu 39OC. Kemudian, pasien ketiga atas nama Fadillah Puspa Nadinnisa dengan keluhan kehilangan kemampuan pengecap selama dua minggu terakhir dan sudah melakukan vaksinasi dosis 1. Pasien ketiga atas nama Endah Puspita dengan usia 19 tahun dan mengatakan pernah bepergian jauh selama seminggu terakhir. Pasien juga mengatakan belum pernah melakukan vaksinasi dan mengalami demam dengan suhu 39OC. Pasien ketiga atas nama Iis Indiana Sari dengan usia 19 tahun dengan keluhan mengalami sesak nafas dan mengatakan belum pernah melakukan vaksinasi. Pasien juga didapati mengalami demam.


    B.     Pembahasan

1.      Definisi

Coronavirus adalah penyakit yang dapat menyerang manusia dan hewan. Pada manusia, virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Virus ini ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019. Covid-19 disebabkan oleh SARS-COV2 dan sudah menyebar luas ke berbagai negara (Kemenkes RI, 2020). Coronavirus merupakan virus zoonotik, RNA virus, bersirkulasi di hewan, seperti unta, kucing, dan kelelawar. Hewan dengan coronavirus dapat berkembang dan menginfeksi manusia seperti pada kasus MERS dan SARS seperti kasus outbreak saat ini (Morfi, etc. 2020).

2.  Etiologi

a)      Usia

Usia yang rentan terkena Covid. Semua orang sangat berpotensi terinfeksi virus Corona, namun beberapa kelompok orang tertentu memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi untuk terpapar Virus Corona hingga bisa membawa kepada kematian. Dengan metode Discourse Network Analysis, studi ini telah berhasil menemukan kelompok-kelompok berisiko tinggi terinfeksi Virus Corona yaitu antara lain kelompok lansia, penderita penyakit kronis, perokok dan penghisap vape.

b)      Demam

Karakteristik demam yang cenderung muncul pada pasien yang mengalami Covid yaitu, Menurut studi, ada sekitar 55,4 persen pasien COVID-19 mengalami demam. Ketika suhu tubuhnya mencapai di atas 37 derajat celcius. Seseorang demam akan merasa panas jika disentuh punggung dan dadanya.

c)      Batuk

Batuk yang menjadi gejala Covid-19 adalah batuk kering yang terjadi terus-menerus. Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari. Batuk ini tidak terjadi sesekali hanya karena anda berdehem atau ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan. Batuk ini adalah sesuatu yang baru dirasakan oleh penderitanya.

3.      Pemeriksaan Fisik

Kesadaran pasien dalam tahap awal bisa dalam keadaan compos mentis, penurunan kesadaran biasanya terjadi pada pasien COVID-19 berat. Tanda vital pasien umumnya terjadi peningkatan   frekuensi nadi, napas, dan suhu. Tekanan darah bisa dalam batas normal atau bisa menurun. Pemeriksaan fisik torak didapati retraksi otot pernapasan, fremitus meningkat, redup pada   bagian   konsolidasi,   suara    napas bronkovesikuler atau bronkial, atau ronki kasar.

4.      Pemeriksaan Penunjang

a)      RT-PCR (swab tenggorok / sputum / aspirat saluran napas bawah). Pengambilan swab di hari ke-1 dan 2 untuk penegakan diagnosis. Bila pemeriksaan di hari pertama sudah positif, tidak perlu lagi pemeriksaan di hari kedua, Apabila pemeriksaan di hari pertama negatif, maka diperlukan pemeriksaan di hari berikutnya (hari kedua).

b)      Foto toraks (gambaran pneumonia)

c)      CT scan toraks (gambaran opasitas ground-glass) untuk menilai infeksius

d)      Darah perifer lengkap (leukopenia / normal / limfopenia)

e)      Kimia darah (fungsi hepar, fungsi ginjal, prokalsitonin, asam laktat)

5.      Rencana Asuhan Keperawatan

a)      Rencana Asuhan Keperawatan Anna Muliyani Nama          : Anna Muliyani

Umur               : 20 tahun Jenis Kelamin : Wanita

Data

Etiologi

Masalah

DO :

·         Usia 20 tahun

·         Riawayat hipertensi selama 1 tahun

Suhu            badan ekstrem

Ketidakefektifan termoregulasi


 

·         Sudah vaksin dosis 1

·         Suhu 39oC DS :

·         Klien           sedang menjalani isolasi mandiri

·         Klien mengatakan pernah mengalami demam selama dua minggu terakhir

 

 

 

Diagnosa

Tujuan

Perencanaan

Ketidakefektifan termoregulasi berhubungan dengan proses penuaan, suhu badan   ekstrem    dan dibuktikan dengan DO :

·         Usia 20 tahun

·         Riawayat hipertensi selama          1

tahun

 

·         Sudah vaksin dosis 1

·         Suhu 39oC DS :

·         Klien sedang menjalani isolasi mandiri

Klien       mengatakan pernah       mengalami

Immune status Risk Control Kriteria hasil :

·         Suhu stabil : 36,5-37oC

·         Tidak kejang

·         Glukosa dalam darah stabil

·         Monitor suhu tiap 2 jam

·         Monitor TD

·         Monitor tanda tanda hipotermi dan hipetermi

·         Tingkatkan intake       cairan dan nutrisi

·         Diskusikan pentingnya pengaturan suhu dan kemungkinan efek      negative dari kedinginan


 

demam selama   dua

minggu terakhir

 

 

 

b)      Rencana Asuhan Keperawatan Oti Nurul Khotimah Nama  : Oti Nurul Khotimah

Umur               : 19 Tahun Jenis Kelamin : Wanita

Data

Etiologi

Masalah

DS :

       Klien mengatakan mempunyai batuk/flu

DO :

       Klien             sudah melakukan vaksin dosis 1

·         Demam dengan suhu 39 C

Batuk tidak efektif

Bersihan jalan nafas tidak efektif

 

Diagnosa

Tujuan

Perencanaan

Bersihan jalan nafas tidak efektif berkaitan dengan               klien mempnunyai batuk/flu               dan dibuktikan dengan DS :

       Klien mengatakan mempunyai batuk/flu

DO :

       Klien     sudah melakukan vaksin dosis 1

Demam dengan suhu 39 C

Setelah    dilakuakan tindakan Keperawatan selama

1 X 24 jam diharapkan masalah pada jalan nafas dapat teratasi dengan kriteria hasil :

·         Jalan nafas paten

·         Sekret berkurang

·         Frekuensii nafas   dalam batas normal

·         Klien

mampu melakukan

·         Menejemen jalan Nafas

·         Berikan minum hangat

·         Lakukan penghisapan lender     kurang dari 15 detik.

·         Berikan oksigen,jika diperlukan

·         Anjurkan asupan      cairan 2000      ml/hari,

jika             tidak berkontraksi


 

 

batuk efektif dengan benar

·         Ajarkan teknik batuk efektif.

·         Kolaborasi mengenai pemberian bronkodilator, ekspetoran, obat demam/flu, jika perlu.


c)      Rencana Asuhan Keperawatan Fadillah Puspia N
Nama              : Fadillah Puspia N
Umur               : 19 tahun
Jenis Kelamin : Wanita

Data

Etiologi

Masalah

DS:

Klien menyatakan pernah kehilangan kemampuan indra pengecap (ageusia) selama dua minggu terakhir

DO:

Klien pernah menerima vaksin dosis pertama

Gangguan sensasi rasa

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

 

Diagnosa

Tujuan

Perencanaan

Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan         tubuh berhubungan dengan gangguan sensasi rasa dibuktikan      dengan kehilangan kemampuan        indra pengecap      (ageusia) dan            dibuktikan dengan

DS:

Klien menyatakan pernah kehilangan kemampuan indra

Setelah      24      jam dilakukan intervensi,         hasil yang        diharapkan yaitu:

-          Hasrat    atau keinginan makan tidak terganggu

-          Dapat merasakan makanan

-          Lengkapi pengkajian nutrisi       sesuai kebutuhan

-          Kaji prefrensi makanan yang sesuai dengan budaya dan agama pasien

-          Memotivasi pasien       untuk mengkonsumsi makanan       dan


 

pengecap (ageusia) selama dua minggu terakhir

DO:

Klien                pernah

menerima vaksin dosis pertama

-     Muncul rasa senang terhadap makanan

minuman    yang diberikan

-     Ciptakan lingkungan yang    membuat suasana menyenangkan dan menenangkan

d)      Rencana Asuhan Keperawatan Endah Puspita Nama            : Endah Puspita

Umur               : 19 tahun Jenis Kelamin : Wanita

Data

Etiologi

Masalah

DS :

·         Klien mengatakan pernah bepergian jauh             selama seminggu terakhir

·         Klien mengatakan belum pernah melakukan vaksin

 

DO :

·         Demam dengan suhu              tubuh mencapai 39°C

Penyakit

Hipertermia

 

Diagnosa

Tujuan

Perencanaan

DS :

·         Klien mengatak an pernah bepergian jauh selama seminggu terakhir

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 jam diharapkan klien dapat Menurunkan suhu tubuhnya, dengan indicator :

 

Termogulasi (0800) :

Perawatan Hipertermia :

  Monitor TTV

  Berikan

oksigen sesuai kebutuhan

.


 

·         Klien

mengatak an belum pernah melakuka n vaksin

 

DO :

·         Demam dengan suhu tubuh mencapai 39°C

 

Indikator

Awa l

Akhi r

 

  Berikan

cairan rehidrasi oral     atau cairan dingin lainnya

  Instruksikan pasien adanya faktor risiko dari kondisi sakit yang berkaitan dengan panas

  Instruksikan pasien mengenai tindakan- tindakan untuk mencegah kondisi sakit yang berhubung an dengan panas

  Berikan

cairan    IV sesuai kebutuhan

  Monitor

adanya komplikas i

  Jauhkan

pasien dari sumber

panas

Hipertensi

1

3

Peningkat an      suhu kulit

1

3

 

e)      Rencana Asuhan Keperawatan Iis Indiana Sari


Nama               : Iis Indiana Sari

Umur               : 19 tahun Jenis Kelamin : Wanita

Data

Etiologi

Masalah

DS :

·         Klien mengatakan bahwa                  ia

mengalami     sesak nafas

·         Klien mengatakan belum pernah melakukan vaksin

 

DO :

·         Demam

Pola     pernapasan abnormal

Hambatan pertukaran gas

 

Diagnosa

Tujuan

Perencanaan

Hambatan pertukaran       gas berhubungan dengan           pola pernapasan abnormal       yang dibuktikan dengan klien yang mengatakan bahwa                ia

mengalami sesak nafas

DS :

·         Klien mengataka n bahwa ia mengalam i        sesak nafas

·         Klien

mengataka n      belum

Setelah              dilakukan intervensi keperawatan selama 24 jam,

respiratory                status meningkat dengan kriteria hasil :

·         Mendemonstrasik an peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat

Memelihara kebersihan paru-paru dan bebas dari tanda-tanda           distress pernapasan

Manajemen jalan nafas :

·         Buka jalan nafas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu

·         Posisikan pasien     untuk memaksimalk an ventilasi

·         Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan


 

pernah melakuka n vaksin

 

DO :

Demam

 

 



BAB III

PENUTUP

A.  KESIMPULAN

 

Covid-19 merupakan virus zoonotik, RNA virus, bersirkulasi di hewan, seperti unta, kucing, dan kelelawar yang bisa menular ke manusia. Pada manusia, virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Tanda dan gejala infeksi Covid-19 diantaranya, batuk, anosmia, ageusia, sesak nafas, dan demam. Pemeriksaan fisik yang dilakukan yaitu pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan kesadaran klien, dan pemeriksaan toraks. Sedangkan untuk pemeriksaan penunjang Covid-19 yaitu RT- PCR, foto toraks, CT scan toraks, pemeriksaan darah perifer, dan pemeriksaan kimia darah.

Dalam data didapati bahwa semua menunjukkan gejala Covid-19. Diagnosa keperawatan yang dibuat berbeda setiap klien tergantung kebutuhannya berdasarkan data objektif dan subjektif klien, begitu juga perencanaan asuhan keperawatannya. Diagnosa yang ditegakkan diantaranya, ketidakefektifan termoregulasi, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh, hipertermia, dan hambatan pertukaran tugas. Dalam penyusunan asuhan keperawatan kami menggunakan pedoman 3N (Nanda, NIC, dan NOC).


B.   Referensi

AA Saputro, YD Saputra. Dkk. 2020. Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Kesadaran Masyarakat Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan. Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (PORKES), Vol 3 (2), 81-92.

T Santoso, DA Sari, dkk. 2020. Kondisi Psikologis Perawat yang Memberikan Asuhan Keperawatan pada Pasien COVID-19: Tinjauan Narasi. Medica Hospitalia, Journal of Clinical Medicine. Vol 7 (1A): 253-260.

I Marzuki, E Bachtiar, dkk. (2021). COVID-19: Seribu Satu Wajah. Yayasan Kita Menulis.

Satria, R., Tutupoho, R., & Chalidyanto, D. (2020). Analisis Faktor Risiko Kematian dengan Penyakit Komorbid Covid-19. Jurnal Keperawatan Silampari, 4(1), 48-55.

Siagian, Tiodora Hudimaon. (2020). Mencari Kelompok Beresiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona Dengan Discourse Network Analysis. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 9(2), 98-106.



KUIS UJI PEMAHAMAN 👇👇👇

1. Apa yang Anda ketahui tentang Covid-19?

2. Bagaimana pemeriksaan Covid-19?

3. Apa saja gejala Covid-19?

4. Bagaimana agar terhindar dari Covid-19?

5. Siapa saja yang berisiko terinfeksi Covid-19?


Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini

SINDROM KOMPARTEMEN