ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COVID-19

 Laporan Hasil Diskusi

Asuhan Keperawatan pada Pasien Covid-19









Kelompok 2


  1. Qonata Putri Wulandari I1B020018

  2. Refinda Dian Saputri I1B020020

  3. Erika Amelia I1B020021

  4. Anis Pritha Arni I I1B020024

  5. Silfi Emilia I1B020025





Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan

Universitas Jenderal Soedirman




BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Corona Virus atau COVID-19 merupakan wabah penyakit yang pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 di Wuhan, China (1). COVID-19 menyebar sangat cepat ke seluruh bagian negara China, dan dalam kurun waktu beberapa bulan menyebar ke seluruh dunia dengan jumlah 215 negara terjangkit, 163 negara transmisi local (2). Salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia, sekitar 456 kabupaten kota yang terdampak, 182 transmisi local (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Data WHO tanggal 07 juli 2020, menyatakan jumlah covid secara global 11.500.302 kasus dengan mortalitas akibat COVID-19 adalah sebesar 535.759 kasus. Indonesia merupakan urutan ketiga negara dengan tingkat mortalitas tinggi di Asia Tenggara sebanyak 5,0% setelah India dan Banglades (WHO, 2020). Jumlah kasus terkonfirmasi pertanggal 7 juli 2020 sebanyak 66,226 dengan tambahan kasus baru sebanyak 1,268 kasus, sebanyak 32,132 dalam perawatan atau 48,5%, yang dinyatakan sembuh, sebanyak 30,785 atau 48,5%, dengan kematian adalah sebesar 3,309 kasus atau 5,0% terkonfirmasi, sementara orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 38,702 orang, dan pasien dalam pengawasan sebanyak 13,471 orang (Kementerian Kesehatan RI, 2020).

Kondisi ini menjadi tantangan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, tugas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien COVID-19 menurut Liu (2020) yaitu perawat mempunyai peranan dalam membuat pengkajian meminimalkan komplikasi dengan memonitoring ketat pasien, melaksanakan manajemen jalan nafas, melakukan perubahan posisi, melakukan edukasi dam kolaborasi dalam pemberian obat, perawat dalam memberikan asuhan keperawatan juga akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti pemberian cairan dan nutrisi, pemenuhan kebutuhan eliminasi dan kebersihan diri, perawat juga dalam hal ini melakukan asuhan keperawatan mulai dari skrinning, tindakan kegawat daruratan, perawatan isolasi, sampai penangangan kasus kritis yang dilakukan secara berkolaborasi dengan team kesehatan yang lain (Liu Q., Luo D., et all, 2020).

  1. Tujuan

    1. Diajukan untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Keperawatan.

    2. Dapat mengidentifikasi hasil pengkajian anggota keluarga penderita covid-19 sesuai dengan kasus.

    3. Dapat merumuskan diagnosa keperawatan yang tepat berdasarkan kasus.

    4. Dapat menentukan luaran keperawatan yang tepat berdasarkan kasus.

    5. Dapat menentukan intervensi keperawatan yang tepat  berdasarkan diagnosa yang telah dirumuskan.


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Overview

Kasus: 

Perawat Flo bertugas di Puskesmas Kaliaja, mendapat laporan bahwa keluarga bapak Soiman sedangan menjalani isolasi mandiri karena pak Soiman kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang positif Covid-19. Perawat Flo melakukan kunjungan rumah untuk mendata keluarga bapak Soiman yang terdiri dari 5 orang.

  1. Pembahasan

  1. Pengkajian

Anggota keluarga 1

  1. Identitas

Nama : Soiman

Alamat : Desa Kedungsegog RT 06/RW 03, Kec. Tulis, Kab. Batang

Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 45 Tahun

Pekerjaan : Karyawan

Status : Menikah

  1. Anamnesis

Keluhan utama : sesak napas, batuk pilek, batuk tidak efektif

Riwayat         : tidak ada

  1. Pemeriksaan fisik:

RR         : 35x/menit

Tekanan darah : 120/90 mmHg

Anggota keluarga 2

  1. Identitas

Nama             : Erika Amelia

Alamat      : Desa Kedungsegog RT 06/ RW 03, Kec. Tulis, Kab. Batang

Jenis Kelamin         : Perempuan

Umur : 42 Tahun

Status : Menikah

  1. Anamnesis

Keluhan utama : batuk, pilek, sesak napas

Riwayat         : tidak ada

  1. Pemeriksaan fisik

RR         : 25x/menit

Tekanan darah : 110/70 mmHg


Anggota keluarga 3

  1. Identitas

Nama : Qonata Putri

Alamat        : Desa Kedungsegog RT 06/ RW 03, Kec. Tulis, Kab. Batang

Jenis kelamin     : Perempuan

Umur     : 20 tahun

Pekerjaan     : Mahasiswa

Status     : belum menikah

  1. Anamnesis

Keluhan utama : batuk kering

Riwayat         : tidak ada

  1. Pemeriksaan fisik

RR         : 13x/menit

Tekanan darah : 120/60mmHg

Anggota keluarga 4

  1. Identitas

Nama : Refinda Dian Saputri

Alamat         : Desa Kedungsegog RT 06/RW 03, Kec. Tulis, Kab. Batang

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 17 Tahun

Pekerjaan : Pelajar

Status : Belum Menikah

  1. Anamnesis

Keluahan utama : sesak napas, demam, batuk kering

Riwayat         : tidak ada

  1. Pemeriksaan fisik

RR         : 12x/menit

Tekanan darah : 110/90 mmHg

Anggota keluarga 5

  1. Identitas

Nama : Silfi Emilia

Alamat         : Desa Kedungsegog RT.06/RW.03 Kec. Tulis, Kab. Batang

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 15 Tahun

Pekerjaan : Pelajar

Status : Belum Menikah

  1. Anamnesis

Keluhan utama : sesak napas, batuk pilek, batuk tidak efektif

Riwayat         : tidak ada

  1. Pemeriksaan fisik:

RR         : 18x/menit

Tekanan darah : 110/90 mmHg


  1. Diagnosis Keperawatan


Data

Etiologi

Masalah

Subjektif

  1. Pasien mengatakan flu/batuk

  2. Pasien mengatakan sesak napas

Objektif

  1. RR: 18x/menit

  2. Batuk tidak efektif

Proses infeksi

Bersihan jalan napas tidak efektif

Subjektif

  1. Pasien mengatakan kurang mengetahui mengenai Covid-19

  2. Pasien mengatakan tidak mengetahui swab/rapid test

Objektif 


Tidak mengetahui sumber - sumber informasi

Defisit pengetahuan

Subjektif

  1. Pasien mengatakan sesak napas

Objektif

  1. RR 12x/menit

  2. TD 110/90 mmHg

Perubahan membran alveolar-kapiler

Gangguan pertukaran gas


  1. Intervensi Keperawatan


Diagnosis

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi 

Bersihan jalan napas tidak efektif b.d proses infeksi d.d batuk/pilek, RR 18x/menit, batuk tidak efektif, sesak napas.

Setelah dilakukan tindakan 2x24 jam diharapkan bersihan jalan napas meningkat dengan kriteria hasil:

  1. Dispnea menurun

  2. Frekuensi napas membaik

Manajemen jalan napas

Observasi

  1. Monitor pola napas

  2. Monitor bunyi napas tambahan

  3. Monitor sputum (jumlah, warna, aroma)

Terapeutik

  1. Pertahankan kepatenan jalan napas

  2. Posisikan semi fowler atau fowler

  3. Lakukan fisioterapi dada, jika perlu

  4. Lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik

  5. Berika oksigen, jika perlu

Edukasi

  1. Anjurkan asupan cairan 2000 ml/hari, jika tidak kontraindikasi

Kolaborasi

  1. Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektora, mukolitik, jika perlu

Gangguan pertukaran gas b.d perubahan membran alveolus-kapiler d.d dispnea, RR 12x/menit, TD 110/60 mmHg.


Setelah dilakukan tindakan 2x24 jam diharapkan pertukaran gas pasien adekuat dengan kriteria hasil:

  1. Dispnea menurun


Pemantauan respirasi

Observasi

  1. Monitor pola napas

  2. Monitor saturasi oksigen

  3. Monitor adanya sumbatan jalan napas

Terapeutik

  1. Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien

Edukasi

  1. Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan

  2. Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

Kolaborasi


Terapi oksigen

Observasi

  1. Monitor kecepatan aliran oksigen

  2. Monitor posisi alat terapi oksigen

  3. Monitor tanda-tanda hipoventilasi

Terapeutik

  1. Pertahankan kepatenan jalan napas

  2. Berikan oksigen jika perlu

Edukasi

  1. Ajarkan keluarga cara menggunakan O2 di rumah

Kolaborasi

  1. Kolaborasi penentuan dosis oksigen



BAB 3

PENUTUP

Kesimpulan

Asuhan keperawatan pada pasien Covid-19 meliputi data pengkajian dari pasien yaitu ada identitas pasien, anamnesis untuk mengetahui keluhan yang dirasakan pasien yang bertujuan untuk menentukan diagnosis keperawatan yang harus ditegakkan selanjutnya ada pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan TTV (Tanda Tanda Vital). Berdasarkan kasus dan analisis data didapatkan tiga diagnosis keperawatan yaitu Bersihan jalan napas tidak efektif b.d proses infeksi. Lalu ada Gangguan pertukaran gas b.d perubahan membran alveolus-kapiler, dan yg terakhir Defisit pengetahuan b.d tidak mengetahui sumber informasi. Intervensi ditentukan sesuai dengan diagnosis keperawatan nya dan bersifat menyeluruh.



Link pengkajian pasien covid-19: https://forms.gle/DW7pLeJc9V1VSoA7A




Referensi

PPNI (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1,             Jakarta: DPP PPNI

PPNI (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi             1, Jakarta: DPP PPNI

PPNI (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan,           Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI

World Health Organization. Clinical management of severe acute respiratory infection when novel                  coronavirus (2019-nCoV) infection is suspected: interim guidance. Geneva: WHO; 2020. 

Kementrian Kesehatan RI. HK.01.07/MENKES/169/2020 tentang penetapan rumah sakit rujukan        

        penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020. 

Liu Q, Luo D, Haase JE, Guo Q, Wang XQ, Liu S, et al. The experiences of health-care providers            during the COVID-19 crisis in China: a qualitative study. Lancet Glob Heal [Internet].                        2020;8(6):e790–8. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/S2214-109X(20)30204-7

Alligood MR. Nursing theory & their work (8 th ed). The CV Mosby Company St. Louis. Toronto.             Missouri: Mosby Elsevier. Inc; 2014.



Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

SINDROM KOMPARTEMEN

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini