ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COVID-19
LAPORAN HASIL DISKUSI
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COVID-19
KELOMPOK 9 :
TITI SAYEKTI HANDAYANI I1B020054
RATIH ANTIKASARI I1B020055
HASNA DEVA DAY MIKLI I1B020056
LUDIYANTI TEGUH I1B020057
ASTRID AYU HARTANTI I1B020059
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kasus covid-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019. Sumber penularan kasus ini masih belum diketahui pasti, tetapi kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan (Huang C, 2020). Penyakit ini berkembang sangat pesat dan telah menyebar ke berbagai provinsi lain di Cina, bahkan menyebar hingga ke Thailand dan Korea Selatan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit ini sebagai Virus Corona Disease (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, yang sebelumnya disebut 2019-nCoV, dan dinyatakan sebagai pandemik pada tanggal 12 Maret 2020 (Susilo , 2020). Awalnya, penyakit ini dinamakan sementara sebagai 2019 novel corona virus (2019-nCoV), kemudian WHO mengumumkan nama baru pada 11 Februari 2020 yaitu Coronavirus Disease (COVID-19) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2).
Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata- rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrate pneumonia luas di kedua paru. Gejala yang dirasakan oleh penderita COVID-19 mirip dengan penderita SARS. Kebanyakan orang yang terinfeksi akan mengalami gejala ringan hingga sedang. Center for Disease Control (CDC) menyatakan saat ini dilaporkan dapat terjadi gejala tambahan berupa kehilangan bau dan rasa (Kemenkes RI, 2020).
1.2 Tujuan
- Tujuan Umum
Mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis terjangkit virus Covid-19
- Tujuan Khusus
- Mengkaji klien dengan diagnosa medis terjangkit virus Covid-19
- Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan diagnosa medis terjangkit virus Covid-19
- Merencanakan tindakan keperawatan pada dengan diagnosa medis terjangkit virus Covid-19
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Overview Kasus
Keluarga Bapak Soiman sedang menjalani isolasi mandiri dalam kurun waktu 14 hari karena Bapak Soiman kontak erat dengan salah satu rekan kerjanya yang terinfeksi Covid-19. Ketika perawat mengunjungi keluarga Bapak Soiman, didapatkan beberapa keluhan dari Bapak Soiman seperti sesak napas, batuk terus menerus, hilang indra penciuman, dan perasa. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dengan hasil TD 110/80 mmHg, Nadi 70x/menit, laju respirasi 20x/menit, suhu 38,8C, dengan saturasi oksigen 75%. Bapak Soiman telah melakukan pemeriksaan PCR test dan didapatkan hasil positif. Ia mengatakan bahwa tidak memiliki penyakit bawaan. Sedangkan istri, dan 3 anaknya diduga terinfeksi covid-19 tetapi belum melakukan pemeriksaan PCR test.
2.2 Pembahasan
- Pengertian
Dunia dihebohkan dengan munculnya virus jenis baru, yang dikenal dengan virus corona. Coronaviruses (CoV) merupakan bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) (Hairunisa & Amalia, 2020).
Covid-19 saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya, menyerang setiap orang tanpa memandang usia maupun jenis kelamin dan sudah dikategorikan sebagai pandemi global. Covid-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Gejala yang ditimbulkan oleh Covid19 hampir menyerupai dengan flu pada umumnya. Saat ini, penyebaran SARS-CoV-2 dari manusia ke manusia menjadi sumber transmisi utama sehingga penyebaran menjadi lebih agresif (Ayu et al, 2020).
- Tanda dan Gejala
Covid-19 merupakan penyakit yang baru ditemukan oleh karena itu pengetahuan terkait pencegahannya masih terbatas. Tanda dan gejala umum infeksi Covid-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tandatanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru (Dirjen P2P, 2020).
Penularan virus Corona (SARS-Cov2) di tubuh manusia menimbulkan gejala penyakit pneumonia dan gejala serupa sakit flu pada umumnya. Gejala tersebut di antaranya batuk, demam, letih, sesak napas, dan tidak nafsu makan (Kemenkes, 2020).
- Pencegahan
Pencegahan dalam menghadapi wabah Covid-19 bisa dilakukan dengan melakukan proteksi dasar, yang terdiri dari cuci tangan secara rutin dengan alkohol atau sabun dan air, menjaga jarak dengan seseorang yang memiliki gejala batuk atau bersin, melakukan etika batuk atau bersin, dan berobat ketika memiliki keluhan yang sesuai kategori suspek. Untuk itu sementara waktu hindari kerumuman dan tetap tinggal dirumah serta jagalah keluarga agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit karena keluarga sangat penting bagi kita (Adityo, 2020).
Berdasarkan data dari Kemenkes RI terkait Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) :
- melakukan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer jika tangan tidak terlihat kotor atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat kotor;
- menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut;
- terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah;
- pakailah masker medis jika memiliki gejala pernapasan dan melakukan kebersihan tangan setelah membuang masker;
- menjaga jarak (minimal 1 meter) dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan
- Asuhan Keperawatan
·Pengkajian
- Identitas Klien
Nama : Bapak Soiman
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Suku : JawaBersihan a
Agama : Islam
Pendidikan : S1
Alamat : Desa Tanjungan
- Riwayat Kesehatan
- Keluhan Utama
Pasien mengatakan sesak napas, batuk terus menerus, hilang indra penciuman, dan perasa.
- Riwayat penyakit saat ini
Terkonfirmasi positif covid-19
- Riwayat penyakit sebelumnya
Tidak ada
· Masalah Keperawatan yang Muncul pasa Kasus Bapak Soiman
- Bersihan jalan nafas tidak efektif
- Intoleransi aktivitas
- Hipertermia
· Tujuan dan Perencanaan Tindakan Keperawatan yang akan dilakukan kepada Bapak Soiman
No | DATA | ETIOLOGI | PROBLEM |
1. | Ds: Pasien mengatakan sesak nafas
Do: - TTV: Nadi 105 x/menit, laju respirasi 25x/menit saturasi oksigen 75%.
| Obstruksi jalan nafas | Bersihan jalan nafas tidak efektif |
2. | Ds: Pasien mengatakan batuk terus menerus
Do: - TTV: laju respirasi 23x/menit saturasi oksigen 75%.
| Ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen | Intoleransi aktivitas |
3. | Ds: Hilang indera penciuman dan perasa
Do: - TTV: Suhu 38,8’C | Proses infeksi | Hipertermia |
No | Tujuan / kriteria hasil | Intervensi | Rasional |
1. | Dx: Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d. obstruksi jalan napas
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam, diharapkan bersihan jalan nafas efektif, ventilasi paru adekuat dan tidak ada penumpukan sekret.
Kriteria hasil: - Klien mampu mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dispnea (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips); - Klien menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal). 1.
| 1. Bantu pasien latihan nafas dan batuk secara efektif
2. Pastikan kebutuhan oral / sputum suctioning
3. Gunakan suction tertutup (closed suction system), termauk suction catheter dan tabung penampung tertutup
4. Gunakan suction catheter tertutup dan tabung pengumpul yang sesuai dalam pengambilan specimen sputum.
| 1. Nafas dalam memudahkan ekspansi maksimum paru-paru atau jalan nafas lebih kecil. Batuk efektif mempermudah pengeluaran dahak dan mengurangi tingkat kelelahan akibat batuk. 2. Mengeluarkan sputum secara mekanik dan mencegah obstruksi jalan napas. 3. Untuk menurunkan terbentuknya aerosol dan droplet
4. Untuk mengurangi terjadinya droplet
|
2. | Dx: Intoleransi aktivitas b.d. ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam, diharapkan pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan/diperlukan
Kriteria hasil: - Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur; - Menunjukkan penurunan dalam tanda-tanda intoleransi fisiologi;
| 1. Evaluasi respons pasien terhadap aktivitas. Catat laporan dispnea, peningkatan kelemahan atau kelelahan
2. Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat
3. Bantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan atau tidur
4. Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan. Berikan kemajuan peningkatan aktivitas selama fase penyembuhan. | 1. Menetapkan kemampuan atau kebutuhan pasien dan memudahkan pilihan intervensi.
2. Tirah baring dipertahankan untuk menurunkan kebutuhan metabolik, menghemat energi untuk penyembuhan. Pembatasan aktivitas dilanjutkan dengan respons individual pasien terhadap aktivitas dan perbaikan kegagalan pernapasan 3. Pasien mungkin nyaman dengan kepala tinggi, tidur di kursi atau menunduk ke depan meja atau bantal
4. Meminimalkan kelelahan dan membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. |
3. | Dx: Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selam 3x24 jam, klien menunjukkan temperatur dalam batas normal.
Kriteria: - Suhu tubuh dalam batas normal (36,5 - 37,5 ) - Nadi dalam batas normal Dewasa : 60 - 100 x/menit
| 1. Kaji suhu tubuh dan nadi setiap 4 jam
2. Pantau warna kulit dan suhu.
3. Berikan dorongan untuk minum sesuai pesanan
4. Lakukan tindakan pendinginan sesuai kebutuhan, misalnya kompres hangat.
5. Kolaborasi pemberian antipiretik yang diresepkan sesuai kebutuhan.
| 1. Untuk mengetahui tingkat perkembangan pasien 2. Sianosis menunjukkan vasokontriksi atau respons tubuh terhadap demam. 3. Peningkatan suhu tubuh meningkatkan peningkatan IWL, sehingga banyak cairan tubuh yang keluar dan harus diimbangi pemasukan cairan. 4. Demam tinggi sangat meningkatkan kebutuhan metabolik dan kebutuhan oksigen dan menggangu oksigenasi seluler. 5. Mempercepat penurunan suhu tubuh. |
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
SARS Corona virus atau covid-19 merupakan wabah varian dari penyakit yang menyerang sistem pernafasan manusia yang pertama kali ditemukan di Wuhan China. Dan virus ini dalam penularan begitu sangat cepat hingga sampai melanda seluruh dunia bahkan Indonesia, covid-19 saat ini menjadi hal yang paling menakutkan di dunia dan Indonesia karena penyakit tersebut dapat menelan korban jiwa yang sangat banyak perjamnya. Virus ini di sertai gejala-gejala yang sama dengan flu ,gejalah tersebut ada yang ringan maupun berat tidak sedikit orang yang bisa saja terinfeksi covid-19 jika tidak mematuhi prokes Kesehatan yang ketat. Misalnya mencuci tangan, membawah hand sanitizer setiap keluar rumah, menghindari penggunaan fasilitas umum, memakai memakai masker dobel dengan menggunakan masker medis terlebih dahulu dan mendobelnya dengan masker kain, dan menjaga jarak. Jika prokes kita patuhi maka diri kita dan keluarga pun akan aman dari covid-19 dan negara kita dapat segera pulih.
DAFTAR PUSTAKA
Adityo S, dkk. 2020. Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini Coronavirus Disease 2019: Review of Current Literatures. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(1): 45-67.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disesase (Covid- 19).Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Hairunisa, N., & Amalia, H. (2020). Penyakit Virus Corona Baru 2019 (COVID- 19). Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 3(2), 90-100
Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. (2019). Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. Lancet. 2020;395(10223):497-506.
Kemenkes RI. (2020). Situasi Terkini Perkembangan Novel Coronavirus (COVID19).Jakarta : Drektoral pencegahan dan pengendalian penyakit.
Kemenkes, RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Germas, 57–115.
Sari, Ayu., Rahman, F., Wulandari, A., Pujianti, N., Laily, N., Anhar, V., Anggraini, L., Azmiyannoor, M., Ridwan, A., & Muddin, F. (2020). Perilaku Pencegahan Covid-19 Ditinjau dari Karakteristik Individu dan Sikap Masyarakat. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1). 33
Susilo, A., Rumende, C. M., Pitoyo, C. W., Santoso, W. D., Yulianti, M., Sinto, R.,Yunihastuti, E. (2020). Coronavirus Disease 2019 : Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit.
- Dokumentasi Diskusi Mandiri
- Link Google Form
https://bit.ly/KuisionerRiwayatCovid-19


Comments
Post a Comment