Stress
A. Pengertian stress
Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Stress dapat terjadi pada siapa saja. Stress merupakan kondisi dimana seseorang mengalami perubahan dari keadaan normal, karena adanya stressor baik dari luar atau dari dalam (diri sendiri). Menurut chaplin dalam kamus psikologi menyatakan bahwa stress merupakan suatu keadaan tertekan baik secara fisik maupun psikologisnya. Stress bersumber dari frustasi dan konflik yang dialami individu yang dapat bersal dari berbagai bidang kehidupan manusia. Konflik antara dua atau lebih kebutuhan atau keinginan yang ingin di capai, yang terjadi secara berbenturan juga bisa menjadi sebagai timbulnya stress.
B. Gejala-Gejala
Menurut Andrew Goliszek gejala stress dibagi menjadi 3 kategori:
a. Gejala fisik : Sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, rasa lemah, gangguan pencernaan, rasa mual, dan sejumlah gejala fisik lainnya.
b. Gejala emosional : Mudah tersinggung, gelisah terhadap hal-hal kecil, suasana hati berubah-ubah, mimpi buruk, khawatir, panik dan lainnya.
c. Gejala perilaku : Merokok, memakai obat-obatan atau mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, berjalan mondar-mandir, kehilangan ketertarikan pada penampilan fisik, dan sebagainya.
C. Sumber Stress
a. Internal : Berasal dari dalam diri seseorang
Contoh : Infeksi, perasaan depresi.
b. Eksternal : Berasal dari luar individu.
c. Contoh : Tugas kelas, pindah rumah, kehilangan seseorang.
D. Sterss berdasarkan tahap perkembangan
a. Anak
- Mulai sekolah
- Membangun hubungan dengan teman sebaya
- Kompetisi dengan teman sebaya
b. Remaja
- Perubahan fisik
- Mengembangkan kebebasan
- Memilih karir
c. Dewasa Muda
- Pernikahan
- Meninggalkan rumah
- Mengelola rumah
- Melanjutkan pendidikan
- Anak
d. Dewasa Tengah
- Perubahan fisik oleh proses penuaan
- Mempertahankan status sosial
- Membantu anak remaja menjadi mandiri
e. Dewasa Akhir
- Penurunan kondisi fisik dan kesehatan
- Penurunan penghasilan
- Kematian pasangan dan teman-teman
E. Proses terjadinya sress
Individu
|
Persepsi Tentang Stresss
|
Respon Terhadap Stresor
| ||
Usaha Penyelesaian
| ||||
Adaptif
|
Maladaptif
|
F. Efek Stress
a. Fisik : Mengancam keseimbangan fisik
b. Emosi : Perasaan negatif atau destruktif pada diri
c. Intelektual : Mengganggu persepsi dan kemampuan menyelesaikan masalah
d. Sosial : Mengganggu hubungan individu dengan orang lain
e. Spiritual : Merubah pandangan seseorang tentang kehidupan
G. Penanganan
Bila seseorang sudah terserang stress, maka langkah utama adalah mengangkat atau meringankan stress tersebut. Tujuannya adalah agar penderita dapat menghadapi situasi dalam keadaan yang lebih tenang. Jadi untuk menangani stress yaitu membuat tubuh tenang terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan mengenali situasi-situasi apa saja yag menyebabkan stresss.kemudian membuat strategi atau cara-cara untuk menghadapi situasi tersebut dengan tepat
Berikut ada beberapa cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress, antara lain ;
1. Diam Sejenak.
1. Diam Sejenak.
Diam disini artinya menenangkan pikiran sejenak dan mengalihkan perhatian sementara dari stress dalam hal ini bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan seperti ; memancing, melukis, berkebun, merangkai bunga, menyulam dll.
2. Membaca.
kegiatan membaca terbukti efektif mengurangi stress karena membaca dapat mengalihkan fokus pikiran, sehingga membuat pikiran menjadi lebih baik.
Bacalah kitab suci , majalah, novel atau buku-buku kesukaan yang dapat membuat tubuh jadi tenang.
3. Mendengarkan Musik.
mendengarkan musik dapat menenangkan detak jantung yang keras juga dapat menenangkan ketegangan pikiran.
Bila terserang tekanan yang berat / stress berat, cobalah untuk menyisihkan waktu buat mendengarkan musik atau lagu yang bisa membuat kita rileks.
karena terbukti musik dapat memberi efek perasaan tenang pada pendengarnya.
4. Berinteraksi dengan Keluarga
merasakan cinta kasih dari keluarga (cucu, kakak, adik, mama, papa, anak) akan membuat diri tersenyum bahagia. Stress akan hilang ketika diri merasa kehangatan di tengah-tengah keluarga, saat itu juga pikiran menjadi tenang.
5. Kesibukan yang Menguntungkan
menciptakan kesibukan yang menguntungkan secara ekonomi dapat menumbuhkan semangat untuk berkarya,terbukti dapat menggeser situasi stress dengan kesibukan mengembangkan usaha atau berkarya tersebut.
6. Berolah Raga.
mekakukan olah raga ringan di rumah dengan jalan santai, joging, bersepeda dan bila dirasa perlu maka datangi tempat-tempat kebugaran,seperti fitness, kolam renang, sanggar senam dll.
Kak, kalo banyak tugas terus kita sering marah marah sama orang lain, itu termasuk stress apa bukan?
ReplyDeleteJika sudah melakukan semua hal yang dapat mengurangi stress diatas namun kita tetap mengalami stress itu bagaimana ya?
ReplyDelete