PENTINGNYA PERSONAL HYGIENE
PADA PASIEN IMOBILITAS (STROKE)
A. Pengertian
Personal
hygiene adalah cara perawatan diri manusia untuk
memelihara kesehatan mereka secara fisik dan keadaan emosional. Pemeliharaan personal
hygiene diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan. Ketika
memberikan perawatan kebersihan diri pada pasien, perawat dapat mengkaji status
fisik dan emosional pasien, dan dapat mengimplementasi proses perawatan bagi
kesehatan total pasien (Potter, 2005).
B. Macam-Macam Personal Hygiene
Personal
hygiene disini antara lain
mencakup kebersihan kulit, kebersihan rambut, perawatan gigi dan mulut,
kebersihan tangan, perawatan kuku kaki dan tangan, pemakaian alas kaki,
kebersihan pakaian, makanan dan tempat tinggal (Tarwoto, 2003).
C. Kasus
Ny.
Dewi (50 tahun) sedang dirawat di RS selama 1 minggu. Ia mengalami stroke
sehingga mobilitasnya terganggu. Setelah dirawat 1 minggu Ny. Dewi mengeluhkan
bahwa dirinya kurang nyaman dengan kebersihan tubuhnya, sedangkan pasien hanya
ditemani oleh seorang perawat karena pasien hanya memiliki seorang anak dan
sedang bekerja di luar daerah. Bagaimanakah peran seorang perawat kepada
pasiennya?
D. Pembahasan Kasus Mengenai Peran Perawat
Berdasarkan kasus diatas, peran perawat kepada pasien
adalah perawat harus dapat memenuhi kebersihan diri pasien, atau yang biasa
disebut dengan personal hygiene. Perawat harus dapat memfasilitasi kebutuhan
pasien diatas dengan memnuhi kebutuhan pasien akan kebersihan dirinya, terlebih
lagi pasien tersebut sudah merasa tidak nyaman dengan kondisinya saat ini.
Pemenuhan kebutuhan
personal hygiene sangat diperlukan oleh pasien yang sedang dirawat dirumah
sakit apalagi dengan keadaan pasien yang memiliki gangguan mobilitas seperti
kasus diatas. Salah satu peran yang dimiliki perawat adalah perawat sebagai seorang care provider atau sebagai pemberi asuhan keperawatan. Peran
perawat sebagai care provider dalam
pelaksanaan personal hygiene ini akan lebih dominan apabila dilakukan pada
pasien dengan gangguan mobilitas fisik. Pasien yang memiliki gangguan mobilitas
tidak dapat melakukan personal hygiene dengan mandiri, karena tidak dapat
bergerak dengan bebas. Disinilah peran perawat, perawat harus membantu pasien dan
memfasilitasi pasien untuk melakukan personal hygiene dengan membantu pasien
untuk cuci muka, gosok gigi, mandi, cuci rambut, dan melakukan kebersihan diri
lainnya.
Apabila personal hygiene tidak dilakukan dan terus
menerus dibiarkan, maka pasien akan merasa tidak nyaman dan merasa gelisah, dan
juga dapat berakibat pada terjadinya gangguan penyakit lain, seperti gatal dan
juga dapat terjadi lesi.
Membantu pasien untuk melaksanakan personal hygiene
sangat penting bagi perawat karena dapat menciptakan hubungan saling percaya
antara perawat dengan pasien, dan pasien juga akan merasakan kepuasan dan
kenyamanan tersendiri apabila personal hygiene nya terjaga dengan baik. Rasa
puas dan nyaman pada pasien ini juga dapat meningkatkan kesembuhan bagi pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Azizah,
Ifa Nur., Setiyowati, Widyah. 2011. Hubungan
Tingkat Pengetahuan Ibu Pemulung Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies
Pada Balita Di Tempat Pembuangan Akhir Kota Semarang. Dinamika Kebidanan. Vol. 1(1)
Kasrin,
R., & Putri, R. B. (2015). Hubungan Pelaksanaan Personal Hygiene dengan
Tingkat Kepuasan Pasien Imobilisasi di Ruangan Neurologi RSUD Dr . Achmad
Mochtar Bukittinggi, 6(1), 70–78.
Sulistyowati, Dina., Handayani, Fitria. 2012. Peran Perawat Dalam Pelaksanaan Personal
Hygiene Menurut Persepsi Pasien
Imobilisasi Fisik. Jurnal Nursing
Studies. Vol.1(169-174)

Pembahasan kasus sudah cukup baik. Tetapi akan lebih baik lagi bila diberikan penjelasan mengenai bagaimana cara perawat melakukan personal hygiene yang tepat pada pasien stroke.
ReplyDelete