MANAJEMEN LAKTASI


A.    Kasus
Nyonya A berusia 25 tahun telah melahirkan anak pertamanya. Beliau dirawat di RS Sehat Sejahtera di Cilacap. Beliau mengeluh pada daerah payudaranya yaitu ada benjolan keras dan erektil pada puting payudaranya. Beliau juga mengatakan belum pernah mengeluarkan ASI setelah melahirkan. Beliau juga merasakan perubahan bentuk payudaranya sebelum dan setelah melahirkan.
·         Riwayat Kehamilan : tidak ada masalah dalam kehamilan
·         Riwayat Persalinan : tidak terdapat masalah dalam proses persalinan, bayi lahir secara spontan, langsung menangis dan nafas teratur
·         Riwayat nutrisi Ibu: ibu mengaku mengalami penurunan nafsu makan setelah melahirkan
·         Sistem respiratorius      : tidak ada sesak, batuk, maupun pilek
·         Sistem Gastrointestinal : tidak mual, tidak muntah, BAB dalam batas normal
·         Sistem urogenital        : BAK 7x/hari warna jernih
·         Sistem integumentum  : turgor kulit baik, luka (-), ptekie (-), purpura (-)
·         Sistem muskuloskeletal : tidak ada bengkak, deformitas maupun fraktur
B.     Cara Mengatasi Kasus
Kasus diatas dapat diatasi dengan beberapa cara berikut:
1.      MASASE PAYUDARA
a)      DEFINISI
Adalah pemijatan payudara yang dilakukan untuk mempersiapkan ibu menyusui. Masase payudara dilakukan segera setelah ibu melahirkan

b)      TUJUAN
1)      Membersihkan putting dan payudara sebelum menyusui
2)      Mempersiapkan putting payudara aga bayi mudah menyusui
3)      Melenturkan dan menguatkan putting
4)      Memberikan stimulus pada payudara sehngga peredaran darah lancar
5)      Meningkatkan produksi ASI
6)      Mencegah bendungan ASI/Pembengkakan payudara

c)      ALAT DAN BAHAN
1)      Minyak kelapa/baby oil
2)      Kapas
3)      2 handuk besar
4)      2 waskom berisi air hangat dan dingin
5)      2 waslap
6)      Tempat untk menampung asi yang keluar saat pemijatan
7)      peniti
d)     PROSEDUR PELAKSANAAN
1)      Lepas pakaian bagian atas
2)      Pasang handuk di bagian perut bawah dan dibahu (dikaitkan dengan peniti)
3)      Kompres payudara dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak kelapa/baby oil 2-3 menit
4)      Angkat kapas sambil membersihkan putting dengan melakukan gerakan memutar dari arah dalam ke luar payudara
5)      Dengan kapas baru, bersihkan bagian tengah putting dari bagian dasar sampai ujung
6)      Basahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa/baby oil dan lakukan pengurutan dengan telapak tangan berada diantara kedua payudara dengan gerakan ke atas, ke samping, ke bawah,dan ke depan,  dilakukan 20-30 kali
7)      Lakukan pemijatan tanpa penekanan ringan menggunakan dau atau tiga ujung jari dengan gerakan lingkaran kecil-kecil tanpa putus mulai dari area sekitar putting searsh jarum jam memutar kearah luar payudara. Dilakukan di seluruh permukaan payudara
8)      Lakukan ketukan menggunakan dua jari dengan penekanan  dari arah luar payudara menuju putting memutar searah jarum jam. Gerakan ini dilakukan untuk mencegah pembendungsn ASI pada fase engorgement. Jika terdapat bendungan ASI atau gumpalan pada payudara, lakukan ketukan lebih lama di area tersebut.
9)      Bersihkan payudara, pertama dengan waslap dengan air hangat untuk membersihkan minyak lalu bersihkan dengan waslap air dingin.
10)  Keringkan payudara dengan handuk yang dipasang di bahu
11)  Pakai kembali baju.

2.      PIJAT OKSITOSIN
a)      DEFINISI
Pijatan pada area diantara tulang spinal kiri dan kanan yang dimulai dari bawah leher sampai dengan tulang belikat.
b)      TUJUAN
Tujuan dari pemijatan ini adalah untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin.
c)      ALAT DAN BAHAN
1)      Minyak kelapa/baby oil/body lotion
2)      Washlap/ handuk mandi
3)      Waskom berisi air hangat
4)      Waskom berisi air dengan suhu ruang
d)     CARA MELAKUKAN PIJAT OKSITOSIN
1)      Lepaskan baju termasuk BH sehingga posisi payudara bebas menggantung
2)      Duduk menghadap meja atau tempat tidur dengan posisi tangan diletakan bertumpuk diatas meja atau tempat tidur, kemudian letakkan kepala di atas tangan sehingga posisi menjadi menelungkup.
3)      Pastikan posisi senyaman dan serileks mungkin karena kenyamanan dan relaksasi dapat menstimulasi hormon oksitosin.
4)      Pasang handuk mandi untuk menutupi bokong
5)      Lumuri telapak tangan dengan minyak kelapa/baby oil/body lotion
6)      Pijat di sepanjang kedua sisi tulang belakang menggunakan dua kepalan tangan dengan ibu jari menunjuk ke depan, tekan kuat-kuat membentuk gerakan-gerakan melingkar kecil dengan kedua ibu jari dan pada saat bersamaan, gosok kearah bawah pada kedua sisi tulang belakang dari leher kearah tulang belikat.
7)      Lakukan pijatan selama 2-3 menit atau sampai merasa nyaman dan rileks
8)      Bersihkan punggung dengan washlap air hangat untuk membersihkan minyak dan bilas dengan washlap air dingin.
3.      Teknik menyusui
a)      Definisi
Teknik menyusui yang benar adalah cara menyusui yang benar dimana posisi badan ibu, posisi badan ibu dan bayi, posisi mulut bayi dan payudara ibu sesuai.
b)      Posisi
Ada 4 posisis dasar dalam menyusui, yaitu menggendong, mengapit di ketiak, memangku, dan posisi berbaring miring.
Selama menyusui ibu harus meletakkan bayi setinggi payudara, ditopang dengan bantal atau selimut, membalikan bayi sehingga berbaring miring, menghadap ke ibu sehingga posisi bayi ke ibu adalah perut menepel dengan perut. Mulut bayi harus berada di depan puting. Ibu harus menopang leher dan bahu dengan tangannya. Tubuh bayi dijaga lurus ( telinga, bahu, dan pinggul dalam satu garis lurus) selama menyusui.
c)      Perlekatan
Perlekatan atau penempelan adalah meletakkan mulut bayi ke puting, aerola dan payudara sehingga terjadi penghisapan yang adekuat.
1)      Bayi datang dari arah bawah sehingga bayi tidak mendongak. Hidung bayi berhadapan dengan puting susu. Puting susu di bibir atas bayi. Dagu melekat di payudara. Puting diarahkan ke langit-langit.
2)      Rangsang bibir bawah, dagu, atau pipi bayi dengan payudara. Tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar. Secepatnya dekatkan bayi ke payudara dengan cara menekan punggung dan bahu bayi.
3)      Puting susu menelusuri langit-langit bayi sampai berada diantara langit-langit yang lunak dan pangkal lidah. Perhatikan CALM:
Chin   = dagu bayi menempel di payudara ibu
Areola       = daerah gelap di sekitar puting banyak masuk ke mulut bayi, terutama    yang terletak di bagian bibir bawah bayi.
Lips           = bibir bayi terutama bibir bawah terputar ke luar
Mouth       = mulut bayi terbuka lebar, pipi menggembung
4)      Lidah terjulur ke depan melalui gusi bawah. Sebagian besar saluran ASI ada di dalam mulut di atas lidah. Dagu menempel payudara dan hidung menjauhi payudara.
d)     Teknik menyusui pada ibu dengan puting datar atau terbenam
1)      Memasukan sebagian besar areola dan jaringan di belakangnya ke mulut bayi.
2)      Melakukan kontak kulit dengan bayi sebanyak mungkin dan membiarkan bayinya mengeksplorasi payudara
3)      Bantu ibu mengatur posisi bayi agar melekat dengan baik jika bayi tidak bisa melekat sendiri dengan baik
4)      Mencoba beberapa posisi mendekap bayi
5)      Menonjolkan puting sebelum menyusui dapat membantu pelekatan bayi atau menggunakan pompa payudara atau sebuah tabung suntik untuk menarik putik keluar
e)      Langkah-langkah Menyusui yang Benar
1)      Ibu memcuci tangan sebelum menyusui
2)      Ibu mencari posisi yang nyaman (duduk atau berbaring)
3)      Keluarkan ASI sedikit lalu oleskan pada puting dan areola. Bayi diletakan menghadap perut ibu/payudara
4)      Letakkan kepala bayi pada pertengahan lengan bawah ibu tapi tidak di siku
5)      Pegang bagian belakang dan bahu bayi
6)      Letakan dada bayi pada dada ibu, satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satunya di depan, telingan dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
7)      Bayi datang dari arah bawah sehingga bayi menengadah, dagu bayi menempel pada payudara ibu
8)      Jauhkan hidung bayi dari payudara, kepala bayi tidak terletak di siku ibu
9)      Bahu dan lengan ibu tidak tegang dan dalam posisi natural
10)  Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari lain menopang di bawah
11)  Rangsang bibir bawah, dagu, atau pipi bayi dengan payudara. Tunggu samapi mulut bayi terbuka, lalu dekatkan bayi ke payudara
12)  Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga puting berada di bawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar
13)  Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau disangga
14)  Perhatikan tanda perlekatan yang benar (CALM)
15)  Pasca menyusui
·         Melepaskan isapan bayi dengan cara jari kelingking di masukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut bayi atau dagu bayi ditekan ke bawah
·         Setelah bayi selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola, biarkan kering dengan sendirinya
16)  Menyendawakan bayi:
·         Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggung ditepuk-tepuk
·         Bayi tidur tengkurap di pangkuan ibu, kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

SINDROM KOMPARTEMEN

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini