DIARE
Judul : Diare Pasca Tsunami
Isi :
Diare adalah suatu
penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Beberapa factor yang memengaruhi
diare adalah factor lingkungan. Factor tersebut di antaranya adalah pembuangan
tinja dan sumber air minum yang sangat berperan dalam penyebaran kuman diare.
Dalam kondisi pasca tsunami, lingkungan pengungsian yang seadanya dengan
fasilitas seperti WC yang kurang memadai dengan sumber air bersih yang
seadanya. Lingkungan seperti ini menjadikan penghuninya lebih rentan terkena
diare. Beberapa Negara menyebutkan bahwa penggunaan jamban yang bersih dapat
mengurangi resiko terjadinya diare. Sarana air minum juga menjadi factor
penting yang dapat memengaruhi kasus diare. Sumber air minum harus memenuhi
syarat kesehatan air minum.
Kasus :
Seorang anak perempuan
(KM) berusia 13 tahun salah satu korban pasca tsunami mengatakan kepada petugas
kesehatan bahwa dia buang air besar
5 kali dalam sehari dengan konsistensi
feces yang encer. KM juga mengeluhkan badannya yang lemas dan mengalami haus
berlebih. Selain itu, KM juga mengalami mulas dan ketika makan mudah merasa
kenyang sehingga menjadikannya tidak nafsu makan. KM pun menjelaskan bahwa dia
selalu merasa cemas karena dia tak bisa beraktifitas dengan normal. Perawat
memeriksa tekanan darah KM 90/60 mmhg RR 17/ menit HR 72 denyut/ menit suhu
tubuh 350C . Wajah KM terlihat pucat dan bibir kering.
Cara penanganan :
1. Minum
air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi
2. Mengonsumsi
oralit
3. Menjaga
personal hygiene
4. Bila
sakit berlanjut, segera periksa ke dokter
Di situ tertulis diare pasca tsunami, pasti sumber air bersih terbatas, bagaimana cara nya minum air yang cukup agar tidak dehidrasi? Padahal sumber air bersih saja sulit didapat?
ReplyDeleteBagaimana cara pembuatan oralit itu sendiri bagi orang-orang yang tidak mampu membeli oralit kemasan?
ReplyDeleteapakah ada obat alami untuk menangani diare selain dengan meminum air putih yang banyak?
ReplyDelete