DEHIDRASI
Oleh kelompok 8
 
 
 
 
A.    Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi merupakan ketidakseimbangan cairan tubuh dikarenakan pengeluaran cairan lebih besar dari pada pemasukkan (Almatsier, 2009). Dehidrasi dapat terjadi tanpa disadari disaat melakukan akitvitas dan juga karena cuaca panas (D’anciet al, 2009). Dehidrasi juga dapat terjadi karena kurangnya konsumsi cairan dan konsumsi  obat diuretic (Schwabeet al, 2007).


Derajat Dehidrasi berdasarkan persentase kehilangan air dari berat badan:

Derajat Dehidrasi
Dewasa
BayidanAnak
Dehidrasi Ringan
4% dari berat badan
5% dari berat badan
Dehidrasi Sedang
6% dari berat badan
10% dari berat badan
Dehidrasi Berat
8% dari berat badan
15% dari berat badan

           

Tanda klinis dehidrasi


Ringan
Sedang
Berat
Defisit cairan
3-5%
6-8%
>10%
Hemodinamik
Takikardi
Nadi Lemah
Takikardi
Nadi sangat lemah
Volume collapse
Hipotensi ortostatik
Takikardi
Nadi takteraba
Akral dingin, sianosis

Jaringan
Lebih kering
Turgor turun
Lidah keriput
Turgor kurang
Atonia
Turgor buruk
Urin
Pekat
Jumlah turun
Oliguria
SSP
Mengantuk
Apatis
Koma


B.     Gejala Dehidrasi

Beberap atanda-tanda awal dari gejala dehidrasi adalah Anda merasa haus dan pusing, mulutkering, kelelahan, jarangbuang air kecil, urine berwarnalebihgelapsertaberbaulebihkuat, dan kulit kering.Jika dehidrasi terjadi pada bayi, gejala awal yang bisa diperhatikan adalah ubun-ubun bayi akan menyusut, jumlah air mata sedikit ketika menangis, popok tetap kering setelah beberapa jam, kurang aktif, rewel, dan mudah mengantuk. 

Dalam keadaan dehidrasi, tubuh akan sangat terpengaruh meski kita kehilangan sedikit air. Sayang sekali, tidak ada alat pengukur yang bisa diandalkan jika tubuh membutuhkan air, terutama pada bayi dan anak kecil. Petunjuk yang cukup bagus adalah dari warna urine. Warna urine yang bening berarti tubuh Anda memiliki cukup cairan, sedangkan urine yang warna kuning atau kuning gelap akan jadi pertanda awal dari dehidrasi.Semua orang bisa mengalami dehidrasi jika kehilangan terlalu banyak cairan di dalam tubuhnya, tapi terdapat beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar, yaitu:

·         Bayi dan anak-anak.
·         Orang-orang lanjut usia.
·         Orang dengan penyakit kronis (penyakit jangka panjang), seperti diabetes dan gagal ginjal.
·         Atlet dengan intensitas latihantinggi.
·         Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi.
·         Orang-orang yang berolah raga di tempat yang panas dan lembap.

C.     PeranPerawatdalamMemberikanTindakan Keperawatan

1.      Memperthankan cairan intake dan output yang akurat.
2.      Memonitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik), jika diperlukan.
3.      Memonitor tanda-tanda vital.
4.      Memonitor masukan makanan atau cairan dan hitung intake harian.
5.      Kolaborasikan pemberian cairan inravena menggunakan garam isotonik (0,9%) yang merupakan cairan infus terpilih  untuk kasus-kasus dengan kadar natrium mendekati normal, karena akan menambah volume plasma. Segera setelah pasien mencapai normotensi, separuh dari larutan daram normal (0,45%) diberikan untuk menyediakan air bagi sel-sel dan membantu pembuangan produksi sisa metabolisme.
6.      Memonitor status nutrisi.
7.      Dorong keluarga untuk membantu pasien makan terutama anjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan segar.

D.    Contoh Kasus dan Peran Perawat

IbuHeni, usia 35 tahundatang ke rumahsakitdengankeluhanmengalamidiarelebihdari 10 kali dalam sehari disertai dengan demam dan muntah. Setelah dilakukan pengkajian, bibir  Ibu Heni terlihat kering, pecah-pecah, wajah terlihat memerah dan mengalami penurunan jumlah keluaran urin dengan warna lebih gelap dari biasanya. Setelah dilakukan palpasi, ditemukan bahwa kulit Ibu Heni mengalami penurunan elastisitas, dan mata terlihat cekung. IbuHeni juga mengatakan, saat melakukan aktivitas ia sering mengalami pusing dan kelemahan. Hasil pemeriksaan fisik tanda-tanda vital adalah tekanan darah : 107/57 mmHg, Nadi : 80x/menit, pernafasan : 23x/menit dan temperatur suhu : 38 derajat celcius. Bagaimanakah peran perawat dalam mengatasi kasus tersebut?

 

Tindakan perawat dalam mengatasi dehidrasi pada kasus diatas adalah:

1.      Meningkatkan asupan cairan hingga jumlah tertentu, sesuai dengan usia dan kebutuhan metabolik
2.      Mengidentifikasi faktor resiko defisit cairan dan menjelaskan perlunya peningkatan asupan cairan sesuai indikasi
3.      Kaji pemahaman klien tentang perlunya mempertahankan hidrasi yang kuat serta metode untuk memenuhi asupancairan
4.      Kaji minuman yang disukai dan tidak disukai klien dan rencanakan pemberian asupan secara bertahap ( misalnya 100ml disianghari, 800ml disoreharidan 300 ml dimalamhari )
5.      Bila klien merasa pusing dan lemah, anjurkan klien untuk istirahat sebelum makan danberikan cairan dalam jumlah sedikit tetapi sering
6.      Pantau haluaran keluaran urin klien
7.      Jelaskan bahwa kopi, teh dan jus merupakan diuretik yang bisa menyebabkan kehilangan cairan

Comments

  1. Bagaimana cara menghitung kebutuhan cairan setiap orang per harinya? apakah jumlah cairan yang dibutuhkan juga dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin?

    ReplyDelete
  2. Banyak orang yang minum kurang dari kebutuhan cairan sebenarnya yaitu 2 liter, namun dia tidak merasa dehidrasi. Apakah dampak kedepannya untuk orang yang seperti itu?

    ReplyDelete
  3. terimakasih infonya, sangat membantu :)

    ReplyDelete
  4. mantull, sangat bermanfaat. Terimakasiihh~

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MAKALAH DISLOKASI

SINDROM KOMPARTEMEN

Penting! Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini