Asuhan Keperawatan Penyakit Asma
A.
Pengertian
Asma
adalah penyakit jalan napas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan
bronki berespons dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma
dimanifestasikan dengan penyempitan jalan napas, yang mengakibatkan dispnea,
batuk, dan mengi. Tingkat penyempitan jalan napas dapat berubah baik secara
spontan atau karena terapi. Asma dapat terjadi pada sembarang golongan usia;
sekitar setengah dari kasus terjadi pada anak-anak dan sepertiga lainnya
terjadi sebelum usia 40 tahun. (Smeltzer & Bare, 2013)
B.
Tanda dan Gejala
Tiga gejala umum asma
adalah batuk, dispnea, dan mengi. Serangan asma sering kali terjadi pada malam
hari. Serangan asma biasanya bermula mendadak dengan batuk dan rasa sesak dalam
dada, disertai dengan pernapasan lambat, mengi, laborius. Batuk pada awalnya
susah dan kering tetapi segera menjadi lebih kuat. Tanda selanjutnya termasuk
sianosis sekunder terhadap hipoksia hebat, dan gejala-gejala retensi
karbondioksida, termasuk berkeringat, takikardia, dan pelebaran tekanan nadi.
Serangan asma dapat berlangsung dari 30 menit sampai beberapa jam dan dapat
hilang secara spontan. (Smeltzer & Bare, 2013)
C.
Kasus
Bela merupakan salah satu mahasiswa Universitas X yang mengikuti
UKM Marching Band. Suatu ketika, Bela mengikuti kegiatan outbond yang diadakan oleh UKM Marching Band dan
dilaksanakan di Baturraden sejak pukul 08.00 WIB. Outbond ini diikuti oleh 50 orang yang dibagi
ke dalam 5 kelompok. Dalam outbond
tersebut Bela dan teman-temannya harus melalui 10 pos yang
tersebar di seluruh wilayah outbond. Sepanjang outbond, Bela merasa cemas karena
semua peserta dituntut untuk bergerak cepat menuju pos selanjutnya. Ketika
pukul 16.30, Bela mulai merasa kelelahan. Tidak lama kemudian, tibalah waktu untuk penutupan acara.
Ternyata, tempat penutupan acara
tersebut dekat dengan tempat pembakaran sampah. Tiba-tiba ditengah penutupan acara tersebut
Bela mengalami sesak nafas, nyeri dada, dan nafas mengi. Teman-teman yang berada disekitar Bela langsung
memberikan pertolongan kepadanya. Namun Bela masih merasakan sesak nafas
setelah diberi pertolongan. Akhirnya Bela dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk
mendapatkan pertolongan yang lebih lanjut.
D.
Asuhan Keperawatan
Tanggal : 5 Oktober 2018
Jam : 18.00 WIB
1.
Identitas
Pasien
Nama :
Nn. Bela Indah
Usia :
19 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : SMA
Pekerjaan : Mahasiswi
Suku Bangsa : Indonesia
Agama :
Islam
Alamat : Jalan Mawar no 18, Karangwangkal,
Purwokerto
Diagnosa Medis : Asma
2.
Pengkajian
Primer
Primary Survey :
1.
Airway
Terdapat akumulasi
secret pada jalan nafas, terdengar wheezing, dan pasien batuk.
2.
Breathing
RR 26 kali/menit dan ekspirasi klien terdengar memanjang.
3.
Circulation
TD 130/90 mmHg, HR 102 kali/menit, akral dingin, suhu 36,20C,
capillary refile 2 detik.
4.
Disability
GCS 15 (E4, M6, V5), keadaan umum sedang,
kesadaran composmentis, tonus otot baik, bentuk kedua pupil bulat.
5.
Exposure
Tidak
ada luka, jejas, dan fraktur ditubuh pasien.
3.
Pengkajian
Sekunder
a. Riwayat
Kesehatan
1) Keluhan
Utama
Sesak nafas
2) Keluhan
Tambahan
Pusing dan badan terasa lemas
3) Riwayat
Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RS X pada
tanggal 5 Oktober 2018 jam 18.00 WIB dengan
keluhan sesak nafas, lemas, dan nyeri dada. Sebelum dibawa ke rumah sakit pasien diberikan obat
salbutamol oleh temannya. Namun karena
sesak nafas bertambah klien dibawa keluarga ke rumah sakit.
4) Riwayat
Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan mempunyai riwayat penyakit
asma sejak usia 3 tahun.
5) Riwayat
Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan ada anggota
keluarga (ibu) menderita asma.
b. Pemeriksaan
Fisik
Pemeriksaan Fisik
|
Hasil
|
||||
Keadaan umum
|
-
Kesadaran
compos mentis
-
E4V5M6
-
GCS
= 15
|
||||
Tanda-Tanda Vital
|
- TD
= 130/90 mmHg
-
HR
= 102x/menit
-
RR
= 26x/menit
-
S = 36,2°C
|
||||
Head to Toe
a.
Kepala
b.
Mata
c. Telinga
d. Leher
|
-
Pasien
dapat membuka mata
-
Reaksi
terhadap cahaya kiri dan kanan baik
-
Pasien
tidak memakai kacamata
-
Tidak
terdapat polip
-
Tidak
terdapat pengeluaran sekret
-
Lubang
hidung simetris
-
Tidak
teradapat pengeluaran discharge
-
Kedua
telinga simetris
|
||||
Paru
a.
Inspeksi
b.
Palpasi
c.
Perkusi
d.
Auskultasi
|
-
Tidak
terdapat retraksi dinding dada
- Bentuk
dada simetris dan normal
-
Pasien
bernafas menggunakan pernafasan dada
-
Pernafasan
tampak cepat dan dangkal
-
Tidak
ada pembesaran
-
Perkusi
dada resonan
-
Suara
nafas wheezing
|
||||
Jantung
a.
Inspeksi
b.
Palpasi
c.
Perkusi
d.
Auskultasi
|
-
Tidak
terdapat lesi
-
Ictus
cordis tidak terlihat
-
Tidak
terdapat peningkatan denyutan
-
Dullness
-
Regular
-
Bunyi
S1 dan S2 tunggal
|
||||
Abdomen
a.
Inspeksi
b.
Auskultasi
c.
Palpasi
|
-
Tidak
terdapat luka bekas operasi
-
Bising
usus (+)
-
13x/menit
-
Tidak
terdapat nyeri tekan
-
Suara
timpani di area perut
-
Suara
pekak di area hepar
|
||||
Genitalia
|
-
Pasien
mengatakan tidak ada keluhan di area genitalia
|
||||
Ekstremitas
a.
Kekuatan
Otot
|
-
Tidak
ada edema di kaki
-
Akral
teraba dingin
-
Capillary refill <
2 detik
|
||||
Integumen
a.
Inspeksi
b.
Palpasi
|
-
Tidak
ada luka
-
Terasa
hangat
-
Turgor
baik
|
c. Terapi
1) Oksigel 2 ml
2) Nebulizer Ventolin 1 amp
3) Salbutamol 3x2 tablet
ANALISIS
DATA
Tanggal
|
Data
|
Problem
|
Etiologi
|
5/10/2018
|
DS:
Pasien
mengatakan sesak nafas, nyeri dada, lemas, dan batuk.
DO:
- Pola nafas
cepat dan dangkal
-
TD : 130/90 mmHg,
-
HR=102x/menit,
-
RR=26x/menit,
-
S=36,2 0C
-
Akral teraba
dingin
-
Ekspirasi
klien terdengar memanjang
-
Terdengar wheezing
|
Ketidakefektifan pola nafas
|
Peningkatan sekret sebagai
faktor fisiologis asma
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1.
Ketidakefektifan pola nafas b.d peningkatan sekret sebagai faktor fisiologis asma
RENCANA
KEPERAWATAN
Diagnosa
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
|||||||||||||||
Ketidakefektifan pola
nafas b.d peningkatan sekret sebagai faktor fisiologis asma
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan status pernafasan pasien sudah
membaik.
NOC:
status pernafasan:
ventilasi
|
Manajemen Jalan Nafas
1.
Monitor TTV, status pernafasan,
dan oksigenasi
3.
Posisikan pasien untuk
memaksimalkan ventilasi
4.
Buang sekret dengan memotivasi
pasien untuk melakukan batuk atau menyedot lender
5.
Auskultasi suara nafas, catat
adanya suara tambahan atau tidak
6.
Kelola udara dan oksigen
sebagaimana mestinya
|
1.
Menilai TTV, status pernafasan,
dan kebutuhan oksigenasi pasien
2.
Mempercepat pemulihan keadaan
pasien
3.
Memaksimalkan ventilasi pasien dan
mengurangi adanya sesak nafas
4.
Memperlanjar jalan nafas
5.
Mengetahui masih adakah suara
nafas abnormal
6.
Menilai kebutuhan oksigen pasien
untuk mempercepat pemulihan keadaan
|
B.
Penanganan Asma
Saat ini telah tersedia
alat bantu berupa kartu untuk menilai derajat penderita asma. Apabila terjadi
peningkatan skor, penderita harus berhati-hati, jika perlu dosis obat
ditingkatkan dan segera berkonsultasi pada dokter jangan sampai asmanya bertambah berat. Pertolongan pertama pada
serangan asma akut dapat dimulai di rumah, misalnya dengan memberikan obat
hirupan, berikan posisi semi fowler atau duduk untuk mengurangi rasa sesak, kendorkan segala sesuatu yang mengikat
si penderita asma, dan pantau jika tidak ada perbaikan
pertimbangkan untuk membawa penderita ke rumah sakit. Di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo, saat ini penderita asma yang menjalani rawat inap sudah mulai
berkurang jumlahnya, padahal jumlah penderitanya di masyarakat khususnya
Jakarta justru meningkat. Ini berarti, sebagian besar penderita asma dapat
ditolong melalui berobat jalan atau pertolongan di unit gawat darurat.
Daftar Pustaka
NANDA-I. (2018). Diagnosis
Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2018-2020 (11th ed).
Jakarta: EGC.
Smeltzer, S. C.,
& Bare, B. G. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth. (M. Ester & E. Panggabean, Eds.) (8th ed.). EGC.

Apakah ketika saya merasakan sakit dada yang tiba-tiba dan terasa sesak kemudian hilang, termasuk penyakit asma? Bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa sakit tersebut?
ReplyDeleteBagaimana pertolongan pertama yang dilakukan ketika terserang asma namun kita tidak mempunyai spray obat asma?
ReplyDeletebagaimana cara menyembuhkan penyakit asma ?
ReplyDelete