ASUHAN KEPERAWATAN DISMENOREA
DISMENOREA
Oleh : Kelompok 6
Salah satu ciri yang menandai masa pubertas perempuan yaitu menstruasi. Masa siklus menstruasi seseorang sering sekali disertai gangguan ketidaknyamanan fisik seperti kram, nyeri yang disebut dengan dismenorhea. Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri. Untuk mengobatinya penderita cenderung menggunakan tindakan Farmakologi dan non Farmakologi.Dismenorea primer adalah menstruasi tanpa ada kelainan pelvis (Abdul, 2015).
Dismenore adalah rasa nyeri pada satu atau dua hari sebelum menstruasi dan berlangsung beberapa hari selama menstruasi akibat jumlah prostaglandin yang berlebihan di dalam tubuh. Aktivitas fisik yang rendah dapat mempengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMT) dan meningkatkan terjadinya obesitas yang menjadi faktor risiko terjadinya dismenore. Istilah dismenorea atau nyeri haid hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa jam atau beberapa hari (Simanjuntak, 1997). Ada 2 jenis dismenorea yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Pembagian dismenorea menurut Sunaryo (1989) adalah sebagai berikut : pertama dismenorea primer atau esensial, intrinsik, idiopatik, yang pada jenis ini tidak ditemukan atau didapati adanya kelainan ginekologik yang nyata yang kedua dismenorea sekunder atau ekstrinsik, yaitu rasa nyerinya disebabkan karena adanya kelainan pada daerah pelvis, misalnya endometriosis, mioma uteri, stenosis serviks, malposisi uterus atau adanya IUD.
Seorang remaja yang bernama Aisah berusia 17 tahun mengeluh merasakan sakit pada perut bagian bawah, pinggul, dan punggung bawah. Pasien mengatakan kehilangan konsentrasi disertai pusing saat pembelajaran di kelas, dia enggan untuk bergerak dari tempat duduknya, dan menjadi lebih sensitif sehingga cenderung mengabaikan teman disekitarnya. Oleh karena itu, temannya merasa kesal akibat perbuatannya yang hanya berfokus pada dirinya sendiri. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan bahwa pasien terlihat pucat dan lesu, skala nyeri yang dirasakan 7, nadi 65x/menit, RR 18x/menit, TD 90/60 mmHg, dan tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Saat dilakukan penekanan pada perut bagian bawah, ekspresi pasien meringis menahan sakit.
ASUHAN KEPERAWATAN :
A. Analisis Data Pasien
- Nama : An. Aisah
- Usia : 17 tahun
B. Data subjektif
- Pasien mengeluh merasakan sakit pada perut bagian bawah, pinggul, dan punggung bawah
- Pasien mengatakan kehilangan konsentrasi disertai pusing saat pembelajaran di kelas
- Pasien enggan untuk bergerak dari tempat duduknya
- Pasien menjadi lebih sensitif sehingga cenderung mengabaikan teman disekitarnya
C. Data objektif
- TD : 90/60 mmHg
- RR : 18x/menit
- HR : 65x/menit
- Skala nyeri : 7
- Pasien terlihat pucat dan lesu
- Saat dilakukan penekanan pada perut bagian bawah, ekspresi pasien meringis menahan sakit
- Tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya
No
|
Diagnosa Keperawatan
|
Tujuan
|
Intervensi Keperawatan
|
Implementasi Kepawatan
|
||||||||||||||||||
1.
|
Nyeri akut
berhubungan dengan kontraksi uterus
|
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama 1 x 2 jam klien diharapkan dapat mengontrol nyeri
dengan analgesik
Outcome Nyeri Akut
|
Lakukan pengkajian nyeri komprehensif meliputi lokasi, karakteristik,
durasi, frekuensi, intensitas beratnya nyeri, intensitas nyeri
Berikan informasi mengenai nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama
nyeri akan dirasakan, dan antisipasi dari ketidaknyamanan
Kurangi atau eliminasi faktor – faktor yang dapat meningkatkan nyeri (misalnya
ketakutan, kelelahan)
Pilih analgesik atau kombinasi analgesik yang sesuai
|
1.
Melakukan pengkajian nyeri komprehensif meliputi lokasi, karakteristik,
durasi, frekuensi, intensitas beratnya nyeri, intensitas nyeri
2.
Memberikan informasi mengenai nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama
nyeri akan dirasakan, dan antisipasi dari ketidaknyamanan
3.
Mengurangi atau mengeliminasi faktor – faktor yang dapat meningkatkan
nyeri (misalnya ketakutan, kelelahan)
4.
Memilih analgesik atau kombinasi analgesik yang sesuai
|
||||||||||||||||||
2.
|
Gangguan rasa nyaman berhubungan
dengan nyeri
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 2 jam klien diharapkan
dapat menurunkan skala nyeri dengan teknik relaksasi
Outcome Gangguan Rasa Nyaman
|
Anjurkan klien untuk rileks dan rasakan sensasi yang terjadi
Tunjukkan dan praktikan teknik relaksasi pada klien
Dorong klien untuk mengulang praktik teknik relaksasi
Evaluasi dan dokumentasikan respon klien terhadap terapi relaksasi |
1.
Menganjurkan klien untuk rileks dan merasakan sensasi yang terjadi
2.
Menunjukkan dan mempraktikan teknik relaksasi pada klien
3.
Mendorong klien untuk mengulang praktik teknik relaksasi
4.
Mengevaluasi dan mendokumentasikan respon klien terhadap terapi relaksasi
|
Comments
Post a Comment