Anemia pada remaja menstruasi
Anemia pada remaja menstruasi
Anemia adalah kondisi ketika darah tidak memiliki sel
darah merah yang cukup, sehingga menyebabkan aliran oksigen berkurang ke organ
tubuh. Gejala dapat berupa kelelahan, kulit pucat, sesak napas, pusing,
limbung, atau detak jantung cepat.
Di Indonesia sendiri, kasus anemia pertahunnya mencapai
lebih dari 2juta kasus. Kasus tersebut terjadi hampir pada setiap rentang usia.
Namun paling dominan terjadi pada lansia (41-60 tahun).
Contoh kasus:
Nn. R berumur 19 tahun, belum
menikah, datang ke dokter dengan keluhan kolik abdomen pada hari pertama, kedua
dan ketiga menstruasi, mudah merasa lelah, tekanan darah 90/60 mmHg, merasa
gelisah, pada saat melakukan aktivitas nyeri abdomen bertambah, terlihat pucat
dan lemas.
1.
Pengkajian
a. Keluhan
utama : nyeri
abdomen
b. Riwayat
penyakit masa kini : pasien mengeluh nyeri
abdomen pada saat menstruasi hari pertama sampai ketiga, pasien mengeluh lemas
dan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.
c. Riwayat Menstruasi :
-
Menarche usia :
14 tahun
-
Siklus :
28 hari
-
Banyak :
normal
-
Lamanya :
5-7 hari
-
HPHT :
2 hari yang lalu
-
Keluhan :
Disminore
d. Pemeriksaan
fisik : observasi
pemeriksaan fisik (ROS): keadaan umum, kesadaran, TTV: TD, Nadi, Suhu Badan,
RR.
-
Breath :
Pola napas: teratur,
jenis: normal, suara napas: vesikuler,
tidak terdapat sesak napas.
-
Blood :
Tekanan darah rendah
(90/60 mmHg), akral basah dan dingin
-
Brain
Penurunan konsentrasi,
pusing, sklera/konjungtiva anemik
-
Bladder
Warna kuning dan volume
1,5 Liter per hari
-
Bowel
Nafsu makan: baik, porsi
makan habis, minum (1500 cc/hari), kebersihan mulut: bersih, mukosa: lembab,
tenggorakan: normal, peristaltik (9 kali permenit), BAB (1 kali per hari),
konsistensi: padat, bau: khas kuning kecoklatan.
-
Bond
Badan mudah lelah, nyeri
pada punggung
e. Analisis
Data
NO
|
Data
|
Etiologi
|
Problem
|
||||||||||||
1.
|
DS :
·
Penyebab timbulnya nyeri: disminore
·
Nyeri dirasakan meningkat saat aktivitas
·
Lokasi nyeri abdomen
·
Skala nyeri menunjukan lebih dari 7/10
·
Nyeri sering dan terus menerus
DO:
·
Wajah tampak
menahan nyeri
DS:
·
Pasien menyatakan mudah lelah
DO:
·
Nadi lemah (TD: 90/60 mmHg)
·
PX terlihat pucat
·
Sklera konjungtiva anemik
|
Progesteron menurun
Kontraksi & disritmia uterus meningkat
Aliran darah ke uterus menurun
Iskemia
Nyeri haid
|
Nyeri akut
|
||||||||||||
2.
|
DS :
·
Pasien menyatakan merasa gelisah
DO :
·
Pucat
·
Memperlihatkan kurang inisiatif
|
Menstruasi
Pendarahan
Kelemahan
Intoleran aktivitas
|
Intoleran aktivitas
|
||||||||||||
3.
|
Menstruasi
Nyeri haid
Kurang pengetahuan
Ansietas
|
Ansietas
|
f.
Diagnosa keperawatan
1. Nyeri
akut berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi.
2. Intoleran
aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia.
3. Ansietas
berhubungan dengan ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen.
g. Intervensi
keperawatan
1. Nyeri
akut berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus
·
Tujuan : Nyeri dapat diadaptasi oleh pasien
·
Kriteria hasil : skala nyeri 0-1, pasien tampak
rileks
Intervensi
|
Rasional
|
1.
Beri lingkungan tenang dan kurangi rangsangan stress
|
Meningkatkan
istirahat dan meningkatkan kemampuan koping
|
2.
Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
analgesik
|
Analgesik dapat
menurunkan nyeri
|
3.
Ajarkan strategi relaksasi (misalnya nafas
berirama lambat, nafas dalam, bimbingan imajinasi)
|
Memudahkan
relaksasi, terapi non-farmakologi tambahan
|
4.
Evaluasi dan dukung mekanisme koping pasien
|
Penggunaan persepsi sendiri atau perilaku untuk
menghilangkan nyeri dapat membantu mengatasinya lebih efektif
|
5.
Kompres hangat
|
Mengurangi rasa nyeri dan memperlancar aliran darah
|
2. Intoleran
aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat nyeri abdomen
·
Tujuan :
Pasien dapat beraktivitas seperti semula
·
Kriteria hasil :
§ pasien
dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memperberat dan memperingan intoleran
aktivitas
§ pasien
mampu beraktifitas
Intervensi
|
Rasional
|
1.
beri lingkungan tenang dan periode istirahat,
tanpa gangguan, dorong istirahat sebelum makan
2.
tingkatkan aktivitas secara bertahap
3.
berikan bantuan sesuai kebutuhan
|
1.
menghemat energi untuk aktifitas dan
regenerasi seluler-/penyembuhan jaringan
2.
tirah baring lama dapat menurunkan kemampuan
3.
menurunkan penggunaan energi dan membantu
keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen
|
3. Ansietas
berhubungan dengan ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen
·
Tujuan :
Pasien bisa kembali
·
Kriteria hasil :
§ Pasien
menyatakan kesadaran perasaan ansietas
§ Pasien
menunjukkan relaksasi
§ Pasien
menunjukkan perilaku untuk menangani stress
Intervensi
|
Rasional
|
1.
Libatkan pasien/ orang terdekat dalam rencana
keperawatan
2.
Berikan lingkungan tenang dan istirahat
3.
Bantu pasien untuk mengidentifikasi/
memerlukan perilaku koping yang digunakan pada masa lalu
4.
Bantu pasien belajar mekanisme koping baru,
misalnya teknik mengatasi stress
|
1.
Keterlibatan akan membantu pasien merasa
stress berkurang, memungkinkan energi untuk ditunjukkan pada penyembuhan
2.
Memindahkan pasien dari stress luar meningkatkan
relaksasi; membantu menurunkan ansietas
3.
Perilaku yang berhasil dapat dikuatkan pada
penerimaan masalah stress saat ini, meningkatkan rasa kontrol diri pasien
4.
Belajar cara baru untuk mengatasi masalah
dapat membantu dalam menurunkan stress dalam ansietas
|
Selain mendapatkan perawatan
seperti diatas, anemia pada remaja yang menstruasi juga dapat diatasi dengan
pengobatan. Namun hal tersebut tergantung pada diagnosis utamanya. Suplemen zat
besi dapat digunakan untuk kekurangan zat besi. Suplemen vitamin B dapat
digunakan untuk kadar vitamin rendah. Transfusi darah dapat digunakan untuk
kehilangan darah. Obat untuk mendorong pembentukkan darah dapat digunakan jika
produksi darah berkurang.
Comments
Post a Comment